NUNUKAN, Headlinews.id – Kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah unggulan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan Komisi II DPRD Nunukan untuk membuka akses lebih luas bagi pelajar di wilayah perbatasan.
Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam mengatakan, aspirasi tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Brigjen TNI Rudi Setiawan, S.E., M.I.P., M.Han.
Pertemuan itu membahas peluang putra-putri Nunukan, terutama pelajar berprestasi, untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami datang menyampaikan aspirasi terkait anak-anak Nunukan. Kita ini daerah perbatasan, tentu banyak anak yang punya kemampuan dan prestasi. Karena itu, kami ingin mereka juga punya kesempatan untuk masuk dan mendapatkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN,” ujar Andi Fajrul Syam.
Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan di tingkat sekolah menengah, tetapi juga persiapan pelajar untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus. Lingkungan pendidikan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menentukan jenjang berikutnya.
“Kalau mereka mendapat pendidikan yang baik sejak SMA, tentu bekalnya akan lebih banyak. Setelah lulus nanti mereka bisa menentukan mau melanjutkan ke mana, apakah perguruan tinggi atau sekolah kedinasan sesuai kemampuan dan cita-citanya,” katanya.
Andi Fajrul Syam menyebut sejumlah sekolah kedinasan dan institusi strategis negara yang dapat menjadi pilihan lanjutan, seperti Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
“Misalnya ada yang bercita-cita masuk Akmil, Akpol atau IPDN, pendidikan seperti ini bisa menjadi bagian dari persiapan mereka. Jadi sejak awal mereka sudah punya gambaran dan bisa mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Ia juga meminta agar peluang tersebut dapat diketahui oleh pelajar dan sekolah di Nunukan. Informasi mengenai kesempatan pendidikan di SMA Taruna Nusantara perlu disampaikan kepada siswa yang memiliki prestasi agar mereka dapat mempersiapkan diri sesuai persyaratan.
“Jangan sampai ada anak yang sebenarnya punya kemampuan dan prestasi, tetapi tidak tahu ada kesempatan seperti ini. Karena itu, informasi harus sampai ke sekolah-sekolah. Nanti anak-anak yang memenuhi syarat bisa mempersiapkan diri dan mengikuti proses seleksinya,” pungkasnya. (*)










