TARAKAN, Headlinews.id – Pasar wisatawan asal Malaysia menjadi salah satu fokus promosi Kementerian Pariwisata di wilayah Kalimantan Utara. Kota Tarakan dinilai memiliki posisi strategis untuk menarik kunjungan wisatawan dari negara tetangga tersebut berkat letaknya yang berada di kawasan perbatasan.
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Raden Wisnu Sindhutrisno, mengatakan strategi promosi pariwisata nasional saat ini diarahkan ke pasar-pasar terdekat melalui pendekatan concentric circle.
Malaysia menjadi salah satu prioritas karena merupakan negara asal wisatawan mancanegara terbanyak yang berkunjung ke Indonesia.
“Berdasarkan data BPS hingga Juni 2026, wisatawan mancanegara terbanyak yang datang ke Indonesia berasal dari Malaysia. Karena itu, pasar tersebut menjadi salah satu prioritas promosi kami,” katanya.
Selain Malaysia, promosi juga diarahkan ke Singapura, Filipina, serta negara-negara lain di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Menurut Wisnu, strategi tersebut merupakan penyesuaian terhadap dinamika geopolitik global yang mendorong Kementerian Pariwisata mengalihkan fokus promosi dari pasar jarak jauh ke negara-negara yang lebih dekat dengan Indonesia.
“Kami menggunakan strategi concentric circle, yaitu memprioritaskan pasar-pasar terdekat terlebih dahulu. Promosi diarahkan ke Malaysia, Singapura, Filipina, kemudian negara-negara di kawasan Asia Timur,” ujarnya.
Ia mengatakan penyesuaian strategi tersebut menunjukkan hasil yang positif. Hingga pertengahan tahun 2026, kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara masih mencatatkan tren pertumbuhan.
“Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara sama-sama menunjukkan tren yang positif. Ini menjadi sinyal yang baik bagi sektor pariwisata kita di tengah situasi global yang tidak pasti,” ungkapnya.
Menurut Wisnu, Tarakan memiliki peluang besar memanfaatkan kebijakan tersebut. Selain berada di wilayah perbatasan, kota ini juga telah kembali memiliki akses penerbangan internasional yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Tarakan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di kawasan perbatasan. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Malaysia dan negara-negara sekitarnya,” tuturnya.
Kementerian Pariwisata pun mendorong peningkatan aksesibilitas menuju Tarakan melalui penguatan konektivitas penerbangan, termasuk dari Tawau, Kota Kinabalu, dan Kuching. Upaya tersebut dilakukan agar perjalanan wisatawan menuju Tarakan semakin mudah.
“Kami sudah berdiskusi dengan Bapak Wali Kota untuk mendorong peningkatan konektivitas. Harapannya, akses penerbangan dari Tawau, Kota Kinabalu maupun Kuching ke Tarakan bisa semakin baik,” katanya.
Lebih jauh, Wisnu mengatakan Tarakan berpeluang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara di kawasan utara Indonesia apabila didukung konektivitas yang memadai dan promosi yang berkelanjutan.
“Kalau aksesibilitasnya semakin baik, saya optimistis Tarakan bisa menjadi salah satu gerbang kunjungan wisatawan mancanegara di kawasan utara Indonesia,” pungkasnya. (saf)










