TARAKAN, Headlinews.id – Prosesi penurunan dan pelarungan Padaw Tuju Dulung menandai berakhirnya rangkaian Festival Iraw Tengkayu (FIT) 2026 di Kota Tarakan, Minggu (5/7/2026).
Pemerintah Kota Tarakan memastikan sejumlah aspek penyelenggaraan akan dievaluasi sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan festival pada tahun mendatang.
Wali Kota Tarakan, Khairul, bersyukur seluruh rangkaian Festival Iraw Tengkayu tahun ini dapat berlangsung lancar.
Menurutnya, persiapan penyelenggaraan dilakukan selama sekitar tiga bulan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari panitia, seniman, penari hingga masyarakat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian Festival Iraw Tengkayu puncaknya selesai hari ini. Persiapannya cukup lama, sekitar tiga bulan,” katanya.
Di tengah keterbatasan fiskal, lanjut Khairul, festival tetap dapat digelar dengan meriah meski beberapa bagian kegiatan harus disesuaikan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
“Memang ada beberapa bagian yang kita kurangi, tetapi tidak kita tiadakan. Yang terpenting seluruh rangkaian tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Khairul mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati berbagai rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga prosesi penurunan Padaw.
Ia menilai dukungan masyarakat, paguyuban, komunitas budaya, relawan, hingga seluruh peserta menjadi faktor penting suksesnya Festival Iraw Tengkayu tahun ini.
Ia juga menyoroti kehadiran wisatawan asal Slovakia, Roland bersama istrinya Victoria, yang mengikuti rangkaian festival sejak hari pertama. Keduanya disebut terkesan dengan keaslian tradisi yang masih dipertahankan masyarakat Tarakan.
“Mereka melihat semua prosesinya sangat natural dan original. Mereka sangat mengagumi karena tradisi seperti ini tidak banyak ditemukan di tempat lain,” tuturnya.
Selain mengevaluasi pelaksanaan secara umum, Pemkot Tarakan juga akan mengkaji kembali jadwal penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu.
Tahun ini, festival dimajukan dari Oktober ke Juli agar tidak berbenturan dengan agenda festival di kabupaten lain di Kalimantan Utara.
Namun, perubahan jadwal tersebut juga memunculkan sejumlah masukan, terutama dari kalangan sekolah dan perguruan tinggi yang masih memasuki masa libur maupun ujian.
“Ada sekolah yang belum bisa berpartisipasi maksimal karena masih libur. Begitu juga perguruan tinggi, sebagian mahasiswanya sedang ujian. Ini menjadi bahan evaluasi kita,” ungkapnya.
Meski jadwal dapat disesuaikan, Khairul menegaskan prosesi adat Festival Iraw Tengkayu akan tetap dipertahankan sesuai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Yang penting prosesinya tidak diubah. Kalau waktu pelaksanaannya masih bisa kita evaluasi,” tegasnya.
Evaluasi lainnya menyangkut kenyamanan penonton. Pemkot Tarakan akan mengkaji penambahan fasilitas, seperti tenda di beberapa titik, agar masyarakat dapat menyaksikan seluruh prosesi dengan lebih nyaman tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
“Soal penonton ini hampir setiap tahun menjadi perhatian. Ke depan kita akan mencari formulasi yang lebih baik supaya masyarakat lebih nyaman menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan,” pungkasnya. (saf)









