TARAKAN, Headlinews.id – Kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi kemeriahan penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu (FIT) XV 2026 di Kota Tarakan. Pemerintah Kota Tarakan tetap menggelar seluruh rangkaian kegiatan dengan melakukan penyesuaian pada sejumlah komponen pendukung tanpa mengubah esensi maupun prosesi adat festival.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu tahun ini tetap menjadi prioritas meski pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan fiskal.
Menurutnya, efisiensi dilakukan dengan mengurangi beberapa kebutuhan pendukung, bukan menghilangkan rangkaian utama kegiatan.
“Di tengah efisiensi dan keterbatasan fiskal, kegiatan ini tetap bisa kita laksanakan cukup meriah. Memang ada beberapa bagian yang kita kurangi, tetapi tidak kita tiadakan,” katanya.
Khairul menjelaskan, sejumlah penyesuaian juga dilakukan terhadap undangan kehormatan dan beberapa kebutuhan pendukung lainnya. Namun, antusiasme masyarakat dan peserta dinilai tetap tinggi hingga seluruh rangkaian festival berakhir.
“Undangan kehormatan kita kurangi jumlahnya. Tapi antusiasme masyarakat, termasuk seluruh pendukung acara dari awal sampai akhir, saya kira luar biasa,” ujarnya.
Menurut Khairul, anggaran penyelenggaraan Festival Iraw Tengkayu tahun ini berada di kisaran lebih dari Rp1 miliar. Besaran tersebut disiapkan agar seluruh agenda tetap dapat berjalan sesuai rencana.
“Kurang lebih di atas Rp1 miliar. Yang pasti kalau di bawah itu memang tidak cukup, sehingga anggarannya kita sesuaikan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap bisa terlaksana,” ungkapnya.
Ia menegaskan Festival Iraw Tengkayu akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan. Selain menjadi tradisi budaya masyarakat Tarakan, festival tersebut juga telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga keberlanjutan penyelenggaraannya perlu dijaga.
“Selama saya masih menjadi wali kota, insyaallah festival ini tetap kita adakan. Sayang kalau penyelenggaraannya sampai terputus karena kita sudah berusaha mempertahankannya di KEN,” tegasnya.
Khairul menambahkan, Pemerintah Kota Tarakan juga berdiskusi dengan Kementerian Pariwisata mengenai upaya memperluas promosi Festival Iraw Tengkayu ke pasar internasional.
Selain itu, Kementerian Pariwisata turut memberikan dukungan pembiayaan untuk penyelenggaraan panggung kesenian pada penutupan festival.
“Kami berdiskusi bagaimana festival ini bisa dipromosikan lebih luas. Alhamdulillah, panggung kesenian juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata,” katanya.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Festival Iraw Tengkayu diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk mendorong transaksi selama festival, Pemkot Tarakan menyiapkan sistem voucher bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang dapat dibelanjakan di stan-stan UMKM.
“Semua OPD kita berikan voucher untuk berbelanja di UMKM. Jadi para pelaku usaha sudah memiliki pasar, tinggal voucher itu dibelanjakan sehingga perputaran ekonomi selama festival bisa lebih terasa,” pungkasnya. (saf)







