TARAKAN, Headlinews.id – Pengangkutan sampah di sejumlah titik Kota Tarakan akan dimulai lebih pagi dengan jadwal pertama pada pukul 05.00 WITA. Penyesuaian ini dilakukan PT Meris Abadi Jaya (MAJ) untuk mengurangi sampah yang masih terlihat saat aktivitas masyarakat mulai berlangsung.
PT MAJ sendiri merupakan pihak ketiga yang menangani pekerjaan kebersihan Kota Tarakan, termasuk tenaga penyapu dan pengangkutan sampah setelah pengelolaan tenaga Non-ASN bidang kebersihan dialihkan dari DLH ke pihak ketiga pada 2026.
Direktur Utama PT MAJ, Wahyudin mengatakan pola kerja petugas akan diatur dalam tiga shift. Perubahan tersebut tidak menambah jam kerja, tetapi menggeser waktu mulai operasional agar pengangkutan pada pagi hari bisa lebih cepat dilakukan.
“Mulai jam 05.00 petugas sudah turun setelah salat Subuh. Jam kerjanya tetap, hanya waktu mulainya yang kami majukan,” ujar Wahyudin, Jumat (2/10/2026)
Wahyudin mengatakan penataan jadwal menjadi salah satu upaya perusahaan memperbaiki pola pengangkutan, sembari melakukan pengaturan terhadap armada yang tersedia. Ia berharap perubahan waktu kerja tersebut dapat mengurangi keberadaan sampah yang belum terangkut pada pagi hari.
“Targetnya ketika masyarakat mulai beraktivitas, sampah yang ada di titik-titik utama sudah tertangani. Armada tetap bekerja sampai shift berikutnya, tetapi pengaturannya kami buat supaya pelayanan pagi bisa lebih cepat,” terangnya.
Pengaturan tersebut juga mencakup pembagian armada untuk depo dan kontainer yang tersebar di sejumlah kawasan. Koordinator lapangan bersama pengawas akan menentukan kendaraan yang bertugas pada masing-masing shift sesuai kebutuhan di lapangan.
Wahyudin menyebut pengangkutan menuju TPA masih menghadapi persoalan teknis. Salah satunya ketika warga menaruh sampah di luar kontainer meski kapasitas kontainer masih tersedia.
“Kontainernya kadang belum penuh, tetapi sampah justru diletakkan di samping. Petugas harus mengangkatnya lebih dulu ke dalam kontainer sebelum kendaraan bisa membawa kontainer itu ke TPA. Pekerjaan seperti ini tentu membuat waktu pengangkutan bertambah,” jelasnya.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan armada di sejumlah titik. MAJ akan membagi kendaraan untuk melayani depo serta kontainer di kawasan seperti Gusher, Tenguyun, Pantai Amal dan sejumlah lokasi lainnya.
Selain itu, jumlah armada yang tersedia masih terbatas. Kendaraan yang mengalami gangguan juga dapat memengaruhi jadwal karena armada lain harus dialihkan untuk menggantikan kendaraan yang tidak dapat beroperasi.
“Armada kami memang masih kurang. Ketika ada kendaraan yang mengalami kerusakan, kendaraan yang seharusnya melayani titik lain harus dialihkan untuk menggantikan. Itu salah satu penyebab pengangkutan kadang terlambat,” kata Wahyudin.
Selain keterbatasan jumlah kendaraan, kondisi beberapa komponen armada juga menjadi persoalan operasional. Wahyudin menyebut terdapat kendaraan yang masih digunakan meski sejumlah suku cadangnya sudah membutuhkan penggantian, sehingga gangguan teknis masih dapat terjadi.
Pengaturan tiga shift kemudian disiapkan untuk menyesuaikan armada yang tersedia dengan kebutuhan pengangkutan di lapangan. Shift malam tetap berjalan, sementara armada pagi dimajukan agar pelayanan pada jam awal aktivitas masyarakat dapat lebih cepat.
“Kami akan atur armada yang ada sebaik mungkin. Memang jumlahnya masih terbatas dan ada kendaraan yang mengalami gangguan, tetapi pengaturan shift ini kami harapkan bisa membuat pengangkutan lebih tertib dan tidak lagi terlihat ada sampah yang menumpuk saat pagi hari,” pungkas Wahyudin. (saf)










