TARAKAN, Headlinews.id – Keberadaan YT, 77, belum diketahui sejak pergi mencari kayu di Hutan Juata Kerikil, Tarakan Utara, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Pencarian memasuki hari kedua pada Minggu (4/10/2026).
Informasi mengenai kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan dari keluarga korban sekitar pukul 20.15 WITA. Setelah menerima informasi, tim SAR menyiapkan operasi pencarian dan bergerak menuju lokasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana, mengatakan informasi awal yang diterima menyebutkan YT pergi mencari kayu di kawasan hutan. Keluarga kemudian meminta bantuan setelah korban belum kembali.
“Informasi awal yang kami terima, korban pergi mencari kayu sekitar pukul 19.00 WITA. Setelah belum kembali, keluarga menyampaikan informasi kepada kami dan tim langsung melakukan persiapan pencarian,” kata Dede.
Lokasi pencarian berada sekitar 3,2 kilometer dari Kantor SAR Tarakan dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit melalui jalur darat. Tim harus menyesuaikan pergerakan dengan kondisi kawasan hutan.
“Lokasinya berada di kawasan hutan dengan akses yang perlu disesuaikan. Karena itu, personel membawa peralatan yang memang dibutuhkan untuk mendukung pencarian di medan seperti ini,” ujarnya.
Pada pencarian awal, unsur yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Tarakan, keluarga dan masyarakat. Tim membawa satu unit rescue car, tiga unit motor trail, perlengkapan jungle rescue, perlengkapan medis, alat komunikasi serta satu unit drone thermal.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi dan memasuki hari kedua. Sekitar pukul 06.30 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan briefing sebelum menuju lokasi. Pada operasi hari kedua, PAM Pertamina turut bergabung bersama keluarga dan masyarakat.
Dede mengatakan pencarian hari kedua dilakukan dengan membagi kawasan menjadi sejumlah area. Empat area pencarian telah ditentukan untuk membantu pembagian sektor penyisiran tim di lapangan.
“Untuk hari kedua, kami sudah menentukan area pencarian yang akan disisir. Personel dibagi berdasarkan sektor supaya pencarian bisa dilakukan lebih terarah dan setiap area dapat ditelusuri,” katanya.
Drone thermal juga disiapkan untuk membantu pemantauan dari udara. Sementara tiga unit motor trail digunakan untuk mendukung mobilitas personel menuju bagian kawasan yang sulit dijangkau menggunakan kendaraan biasa.
“Kami tetap mengoptimalkan seluruh peralatan yang tersedia. Drone thermal digunakan sebagai alat bantu pemantauan, sementara motor trail untuk mendukung pergerakan personel di medan yang tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat,” jelas Dede.
Hingga pencarian hari kedua berlangsung, YT masih belum ditemukan. Cuaca di lokasi terpantau cerah dan tidak terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaan operasi.
“Untuk sementara pencarian masih terus kami lakukan bersama unsur yang terlibat. Kami akan menyisir area yang sudah ditentukan dan terus berkoordinasi dengan keluarga serta masyarakat selama operasi berlangsung,” pungkasnya. (saf)










