TARAKAN, Headlinews.id – Program Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Tarakan mulai menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, sedikitnya empat koperasi disebut telah aktif beroperasi, sementara tujuh lokasi lainnya sedang dipersiapkan untuk pembangunan gerai koperasi.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Selumit sekaligus Koordinator KMP se-Tarakan, Saifullah mengatakan KMP Selumit menjadi salah satu koperasi yang paling aktif sekaligus dijadikan percontohan dalam pengembangan Koperasi Merah Putih di Tarakan.
“Sebetulnya yang berjalan ini sudah empat yang beroperasi. Ada di Karang Anyar, Mamburungan Timur, Juata Permai, dan Selumit. Selumit memang dari awal menjadi model percontohan sampai hari ini, karena dari awal kami memang mencoba menjalankan koperasi ini secara nyata, bukan hanya sebatas administrasi,” ujarnya.
Menurut Saifullah, perkembangan koperasi di Tarakan tidak lepas dari proses persiapan yang dilakukan sejak awal pembentukan program Koperasi Merah Putih. Selain koperasi yang sudah berjalan, saat ini terdapat tujuh titik lain yang telah mengantongi Surat Penunjukan Lahan (SPL) dari Pemerintah Kota Tarakan untuk pembangunan gerai koperasi.
Ia menjelaskan, awalnya hanya terdapat enam lokasi yang diproyeksikan untuk pembangunan. Namun dalam perkembangannya, jumlah tersebut bertambah menjadi tujuh lokasi yang telah mendapatkan persetujuan lahan.
“Yang awalnya memang hanya enam. Tapi sekarang saya lihat sudah ada tujuh yang sudah ada SPL untuk pembangunannya. Bahkan hari ini sudah ada dua pembangunan yang selesai. Jadi memang persiapannya terus berjalan,” katanya.
Saifullah mengatakan, gerai koperasi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas usaha di masing-masing kelurahan sekaligus mendukung operasional Koperasi Merah Putih di tingkat wilayah.
Meski demikian, ia mengungkapkan KMP Selumit sempat tidak masuk dalam tahap awal pembangunan gerai karena tidak memiliki aset pemerintah yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan.
“Selumit memang dari awal tidak ada aset pemerintah yang bisa dibangunkan. Jadi kondisi kami memang berbeda dengan beberapa kelurahan lain yang memiliki aset atau lahan pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan skema awal pembangunan gerai Koperasi Merah Putih yang melibatkan pihak TNI bersama PT Agrinas. Saat itu, dirinya bersama pihak Kodim mengikuti pembahasan mengenai pola pembangunan gerai yang akan diterapkan.
“Saya bersama Pak Dandim waktu itu mengikuti pembahasan dengan Aster dan Mabes terkait pembangunan gerai. Waktu itu kami hanya diberikan gambar detail dan sistem pembangunannya, bagaimana bentuk gerainya dan bagaimana pola kerjanya di lapangan,” jelasnya.
Dalam petunjuk teknis yang diterima, pembangunan gerai disebut dilakukan oleh PT Agrinas melalui kerja sama dengan TNI. Sementara pengurus koperasi dalam skema tersebut sebagai penerima manfaat program.
“Juknisnya waktu itu dijelaskan pembangunan dilakukan oleh PT Agrinas melalui TNI. Pengurus koperasi sebagai penerima manfaat. Kalaupun ada kekurangan di lapangan, pengurus membantu secara swadaya dan sukarela,” katanya.
Menurut Saifullah, dalam skema tersebut TNI juga memperoleh biaya operasional dari perusahaan untuk mendukung proses pembangunan gerai di lapangan.
“TNI diberikan biaya operasional dari Agrinas melalui skema kerja sama itu. Jadi memang pelaksana teknis pembangunan gerai waktu itu melalui TNI,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola pembangunan tersebut muncul setelah adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat terkait pembiayaan program Koperasi Merah Putih. Sebelumnya, pembiayaan koperasi dirancang melalui skema pinjaman perbankan Himbara yang diatur dalam PMK Nomor 49 Tahun 2025.
“Ini bagian dari pengalihan setelah pencabutan PMK Nomor 49 Tahun 2025. Jadi skemanya juga berubah dibanding yang awal,” jelasnya.
Saifullah juga menilai Kota Tarakan menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di Kalimantan Utara. Menurutnya, seluruh proses administrasi dan perizinan koperasi di Tarakan telah rampung bahkan sebelum peluncuran program secara resmi dilakukan.
“Tarakan ini daerah pertama di Kaltara yang rampung 100 persen perizinannya. Dari awal sebelum launching semuanya sudah lengkap. Tinggal bagaimana program ini benar-benar dijalankan dan koperasinya bisa aktif,” pungkasnya. (saf)










