TARAKAN, Headlinews.id – Investasi dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kota Tarakan diharapkan mampu memperbesar pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga tren penurunan pengangguran di daerah.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan pertumbuhan investasi idealnya tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja masyarakat.
“Semakin besar investasi, harapannya semakin besar juga lapangan kerja yang terbuka,” ujarnya.
Menurut Umar, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan pembukaan lapangan pekerjaan dan pengurangan angka kemiskinan di daerah.
“Pembangunan itu bukan hanya bicara pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap tahun jumlah lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Tarakan terus bertambah. Karena itu, aktivitas ekonomi baru dibutuhkan agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Setiap tahun angkatan kerja terus bertambah. Artinya kebutuhan lapangan pekerjaan juga ikut meningkat sehingga investasi menjadi penting untuk menjaga penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Selain investasi, BPS juga melihat adanya potensi penyerapan tenaga kerja dari aktivitas SPPG yang mulai berkembang di Tarakan. Umar menyebut satu unit SPPG dapat merekrut sekitar 40 tenaga kerja.
“Sementara yang terdaftar informasinya sudah sekitar 24 unit. Kalau dikalikan, itu sudah cukup besar dalam menyerap tenaga kerja,” katanya.
Menurut Umar, aktivitas ekonomi baru sekecil apa pun tetap memiliki kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga tren penurunan pengangguran di Tarakan dalam beberapa tahun ke depan.
“Artinya aktivitas ekonomi baru sekecil apa pun tetap punya kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah,” ujarnya.
Selain itu, BPS juga berharap semakin banyak masyarakat bekerja di sektor formal dibanding informal. Sebab pekerjaan formal dinilai lebih mampu menjamin keberlanjutan pendapatan masyarakat.
“Kita berharap semakin banyak masyarakat bekerja di sektor formal dibanding informal. Karena pekerjaan formal itu lebih menjamin keberlanjutan pendapatan dan kelayakan hidup masyarakat dibanding pekerjaan informal yang pendapatannya cenderung tidak tetap,” jelasnya.
Berdasarkan data BPS Tarakan, sektor jasa masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Kota Tarakan dengan kontribusi mencapai 57,87 persen.
Kemudian diikuti sektor manufaktur sebesar 24,51 persen dan sektor pertanian sebesar 17,62 persen.
“Kalau dilihat dari struktur lapangan usaha, sektor jasa memang masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di Tarakan. Artinya aktivitas ekonomi masyarakat cukup banyak bergerak di sektor tersebut,” tutupnya. (saf)










