TARAKAN, Headlinews.id – Laporan dugaan aksi begal di kawasan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, yang sempat membuat warga resah akhirnya terbantahkan. Pemuda berinisial AR mengakui cerita mengenai aksi pencurian dengan kekerasan yang sebelumnya disampaikan kepada pihak kepolisian tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Sebelumnya, AR melaporkan dugaan aksi begal yang disebut terjadi pada Rabu (22/7/2026) malam saat dirinya melintas di kawasan Gunung Selatan. Dalam laporan awal tersebut, AR mengaku menjadi korban setelah membantu seseorang yang disebut mengalami kendala kendaraan. Ia juga menyampaikan mengalami luka akibat dugaan penganiayaan serta kehilangan telepon genggam dan dompet berisi uang.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Satreskrim Polres Tarakan dengan melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap keterangan pelapor, saksi, serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Dari hasil pendalaman tersebut, polisi memastikan tidak ditemukan adanya peristiwa pidana seperti yang dilaporkan. AR kemudian memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa informasi mengenai aksi begal tersebut tidak benar.
“Saya meminta maaf kepada masyarakat Kota Tarakan, pihak kepolisian, dan semua pihak yang sudah merasa resah dengan informasi yang saya sampaikan. Cerita tentang kejadian begal itu tidak benar dan saya menyesal karena sudah membuat masyarakat khawatir,” ujar AR saat ditemui di Mapolres Tarakan, Senin (27/7/2026) malam.
Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan yang diterima kepolisian. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, tidak ditemukan bukti yang mengarah pada adanya aksi begal sebagaimana laporan awal.
“Kami sudah melakukan pengecekan dan pendalaman terhadap laporan yang masuk. Dari proses penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya peristiwa pidana seperti yang disampaikan sebelumnya,” kata Reginald.
Ia menjelaskan, keterangan yang diberikan AR juga telah diklarifikasi. Dengan adanya pengakuan tersebut, kepolisian menghentikan proses penyelidikan terhadap laporan dugaan pencurian dengan kekerasan itu.
“Yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta. Karena itu, proses penyelidikan kami hentikan,” ujarnya.
Reginald menyebut, langkah berikutnya yang dilakukan kepolisian adalah memberikan pembinaan terhadap AR dengan melibatkan pihak keluarga. Menurutnya, langkah tersebut diambil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memberikan pembinaan. Harapannya, yang bersangkutan bisa lebih memahami dampak dari informasi yang disampaikan dan tidak mengulangi hal serupa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial. Masyarakat diimbau agar segera menghubungi layanan darurat Kepolisian Call Center 110 apabila menemukan atau mengalami situasi yang memerlukan kehadiran petugas kepolisian.
“Kalau menerima informasi terkait suatu kejadian, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Informasi yang belum pasti jangan langsung disebarkan karena bisa berdampak terhadap situasi keamanan di masyarakat,” pungkas Reginald.
Sebelumnya, informasi dugaan begal di Gunung Selatan sempat mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah organisasi kemasyarakatan bahkan ikut turun melakukan pemantauan di kawasan tersebut sebagai bentuk respons atas keresahan warga.
Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, mengatakan masyarakat tetap perlu menjaga kewaspadaan, namun informasi yang beredar harus dipastikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kepanikan.
“Masyarakat tetap harus waspada saat beraktivitas, tetapi setiap informasi yang beredar perlu dicek kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru membuat situasi menjadi tidak nyaman,” kata Ricky. (saf)










