Selasa, September 1, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

Pelayaran Tengkayu I Masih Normal, Nakhoda Diminta Antisipasi Kabut Asap

by Redaksi 2
1 September 2026
in Tarakan
A A
Pelayaran Tengkayu I Masih Normal, Nakhoda Diminta Antisipasi Kabut Asap

Aktivitas speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Selasa (1/9/2026). Pelayaran masih berjalan normal meski kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah perairan Tarakan.

TARAKAN, Headlinews.id – Aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan masih berjalan normal meski kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah perairan Tarakan. Hingga Selasa (1/9/2026), belum ada speedboat reguler yang menunda keberangkatan akibat kondisi jarak pandang.

Kepala Pos Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Abdul Rahman, mengatakan kondisi di lapangan masih memungkinkan bagi speedboat reguler untuk beroperasi, termasuk rute pelayaran antarkabupaten. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan perubahan kondisi tidak mengganggu keselamatan perjalanan.

“Untuk sementara masih aman. Jarak pandangnya masih dalam kategori yang memungkinkan pelayaran, termasuk speedboat antarkabupaten. Jadi sampai saat ini belum ada kondisi yang mengharuskan keberangkatan dihentikan,” ujar Abdul Rahman, Selasa (1/9/2026).

Meski operasional tetap berlangsung, kondisi kabut asap membuat pengawasan selama perjalanan perlu diperketat. Nakhoda diminta tidak hanya mengandalkan kondisi jarak pandang saat keberangkatan, tetapi terus mengamati perubahan situasi selama berada di perairan.

Menurut Rahman, kemampuan melihat kondisi sekitar menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika kabut mulai membatasi pandangan. Nakhoda juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap suara maupun keberadaan kapal lain di jalur pelayaran.

“Kalau kondisi pandangan mulai terganggu, pengamatan visual dan pendengaran harus lebih ditingkatkan. Nakhoda harus mengetahui situasi di sekeliling kapal, sehingga bisa mengambil tindakan lebih cepat apabila ada kapal lain atau kondisi yang berubah,” katanya.

Kecepatan kapal juga perlu disesuaikan apabila jarak pandang menurun. Pengurangan kecepatan memberi ruang bagi nakhoda untuk merespons apabila terdapat kapal, objek, atau kondisi lain yang muncul di jalur pelayaran.

Penggunaan radar dan perangkat navigasi lainnya turut dianjurkan, terutama ketika kapal berpapasan dengan armada lain. Peralatan tersebut dapat membantu nakhoda memperoleh gambaran kondisi di sekitar kapal ketika pengamatan visual tidak maksimal.

“Kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau pandangan terbatas, jangan mempertahankan kecepatan seperti kondisi normal. Radar atau alat navigasi lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk membantu mendeteksi kapal saat berpapasan,” jelasnya.

Rahman menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan apabila kondisi perairan berubah. Nakhoda tidak disarankan memaksakan perjalanan apabila jarak pandang sudah tidak memungkinkan kapal dikendalikan dengan aman.

“Kalau kondisinya sudah tidak memungkinkan, jangan dipaksakan. Nakhoda harus bisa menilai apakah perjalanan masih aman untuk dilanjutkan atau tidak, karena keputusan di lapangan tetap harus mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Selain pengamatan dan navigasi, penggunaan isyarat bunyi juga dapat dilakukan ketika jarak pandang terbatas. Langkah tersebut diperlukan untuk memberikan tanda keberadaan kapal kepada pengguna jalur pelayaran lainnya.

Sementara itu, kondisi gelombang di perairan Tarakan masih dilaporkan normal. Hingga saat ini belum ada laporan dari nakhoda terkait gelombang maupun kondisi cuaca yang menghambat perjalanan speedboat reguler.

“Kalau untuk gelombang masih normal. Belum ada laporan dari nakhoda yang menyampaikan kondisi gelombang menghambat pelayaran. Untuk sekarang yang terasa memang kabut asapnya,” kata Rahman.

Aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I juga tetap berlangsung seperti biasa. Pada Selasa (1/9/2026), tercatat 46 speedboat melakukan aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan tersebut.

Rahman mengatakan sejauh ini belum ada operator speedboat reguler yang meminta penundaan keberangkatan karena kabut asap. Kondisi tersebut masih dapat berubah apabila jarak pandang di jalur pelayaran mengalami penurunan signifikan.

“Sejauh ini belum ada speedboat reguler yang menunda keberangkatan. Aktivitas masih berjalan, tetapi tentu kondisi di lapangan tetap kita pantau karena kabut bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Pemantauan kondisi cuaca dan kabut asap juga mengacu pada informasi yang diperbarui secara berkala. Informasi dari BMKG menjadi salah satu bahan bagi petugas dan pelaku pelayaran dalam melihat perkembangan kondisi perairan.

Rahman mengatakan pembaruan informasi tersebut diterima secara berkala sehingga kondisi pelayaran dapat terus disesuaikan dengan perkembangan cuaca.

“Informasi dari BMKG diperbarui setiap tiga jam. Jadi perkembangan cuaca dan kondisi asap terus kita ikuti. Kalau ada perubahan yang berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran, tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil langkah berikutnya,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: asap karhutlabmkg tarakanjarak pandang Tarakankabut asap Kaltarakabut asap tarakankeselamatan pelayaranPelabuhan Tengkayu Ipelayaran antarkabupatenpelayaran TarakanPerairan Tarakanspeedboat Tarakanspeedboat Tengkayu ITransportasi Laut Tarakan.
Advertisement Banner

Baca Juga

Balai Mutu Kaltara Klaim Piloting SMHKP Bisa Rampung 10–15 Menit
Tarakan

Balai Mutu Kaltara Klaim Piloting SMHKP Bisa Rampung 10–15 Menit

1 September 2026
Kabut Asap, Siswa Madrasah di Tarakan Belajar dari Rumah
Tarakan

Kabut Asap, Siswa Madrasah di Tarakan Belajar dari Rumah

1 September 2026
Pokja Bunda PAUD Siapkan Guru Kunjung Layani Anak di Lokasi Terbatas
Tarakan

Pokja Bunda PAUD Siapkan Guru Kunjung Layani Anak di Lokasi Terbatas

1 September 2026
Piloting SMHKP, Ikan Segar dan Kepiting Kaltara Diusulkan Dapat Perlakuan Khusus
KALTARA

Piloting SMHKP, Ikan Segar dan Kepiting Kaltara Diusulkan Dapat Perlakuan Khusus

1 September 2026
Kapolres Tarakan Cek Aset Dinas, Barak Terbakar Masuk Pendataan
Tarakan

Kapolres Tarakan Cek Aset Dinas, Barak Terbakar Masuk Pendataan

31 Agustus 2026
Jarak Pandang Turun 500 Meter, Dua Pesawat Divert ke Balikpapan
Tarakan

Jarak Pandang Turun 500 Meter, Dua Pesawat Divert ke Balikpapan

31 Agustus 2026
Next Post
150 ASN Bulungan Terima Satya Lencana, Syarwani Tekankan Kualitas Pelayanan

150 ASN Bulungan Terima Satya Lencana, Syarwani Tekankan Kualitas Pelayanan

Udara Tana Tidung Dipenuhi Asap, Bupati Imbau Warga Waspada ISPA

Udara Tana Tidung Dipenuhi Asap, Bupati Imbau Warga Waspada ISPA

Ibrahim Ali Minta PAUD hingga SMP Rutin Berkunjung ke Perpustakaan

Ibrahim Ali Minta PAUD hingga SMP Rutin Berkunjung ke Perpustakaan

Berita Populer

  • Belanja Pegawai Tinggi, Daerah Kaltara Wajib Kantongi Pertimbangan Menkeu untuk TPP 2027

    Belanja Pegawai Tinggi, Daerah Kaltara Wajib Kantongi Pertimbangan Menkeu untuk TPP 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Gubernur Ajak Jaga Kerukunan Kaltara 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 40 Siswa Tarakan Bertarung di GSI Kaltara, Bidik Tiket Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jufri Budiman Gagas Pengembangan 100 Ribu Ayam Petelur di Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.