TARAKAN, Headlinews.id – Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan menyiapkan program Guru Kunjung sebagai pola layanan alternatif untuk memperluas jangkauan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui program tersebut, guru akan mendatangi lokasi peserta didik yang memiliki kendala untuk mengikuti pembelajaran langsung di satuan pendidikan.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan Guru Kunjung menjadi salah satu inovasi layanan agar proses pendidikan anak usia dini tetap dapat diberikan dengan menyesuaikan kondisi peserta didik.
“Karena itu, kita sekarang sedang gencar supaya ada program di satuan pendidikan yang namanya Guru Kunjung,” ujarnya.
Menurut Endah, konsep Guru Kunjung berbeda dengan pola pembelajaran reguler yang selama ini berjalan di satuan PAUD. Jika biasanya anak datang ke sekolah, melalui program tersebut guru yang mendatangi lokasi anak untuk memberikan pendampingan pembelajaran.
“Kalau biasanya anak mendatangi sekolah, nah kalau Guru Kunjung, anak yang memang tidak bisa datang ke sekolah, gurunyalah yang berkunjung,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tetap melibatkan satuan PAUD terdekat. Anak yang mengikuti layanan tersebut akan dimasukkan dalam pendataan satuan pendidikan, kemudian guru menyusun jadwal kunjungan sesuai kondisi di lapangan.
Endah menyebut, Guru Kunjung tidak diperuntukkan bagi satu anak dalam satu lokasi. Pelaksanaannya dilakukan secara berkelompok agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
Menurutnya, pola layanan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap karakteristik Kota Tarakan yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Sebagian warga memiliki aktivitas pekerjaan di lokasi tertentu sehingga membutuhkan pendekatan layanan pendidikan yang lebih fleksibel.
“Tarakan ini kan kota transisi ya. Jadi masyarakat itu mobilitasnya cukup tinggi. Artinya ada yang memang administrasi kependudukannya Tarakan, tetapi anaknya belum tentu ada di Tarakan. Misalkan anaknya dibawa ke tambak. Di tambak bisa jadi tidak disekolahkan karena ikut orang tuanya ke tambak, ke pabrik, ke laut,” jelasnya.
Endah mengatakan, melalui Guru Kunjung, layanan PAUD tetap dapat diberikan kepada anak yang berada di lokasi tertentu dengan pengaturan yang disesuaikan oleh satuan pendidikan.
“Tidak mungkin satu anak di situ dikunjungi. Paling tidak ada beberapa anak, paling tidak lima anak yang ada di situ. Maka anak ini dimasukkan dalam data satuan pendidikan yang terdekat, gurunya menjadwalkan untuk mengunjungi itu. Istilahnya Guru Kunjung,” pungkasnya. (saf)










