TARAKAN, Headlinews.id – Sebanyak 40 siswa SMP Kota Tarakan diberangkatkan untuk mengikuti Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor. Kontingen tersebut terdiri dari 20 pemain putra dan 20 pemain putri yang terpilih dari sejumlah sekolah setelah melewati tahapan seleksi di tingkat kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, pembentukan tim dilakukan melalui proses seleksi yang berlangsung di empat kecamatan. Pemain yang terpilih kemudian digabungkan menjadi satu tim putra dan satu tim putri untuk mewakili Kota Tarakan pada tingkat provinsi.
“Satu tim ini dipilih yang terbaik dari beberapa sekolah untuk menjadi satu tim mewakili Kota Tarakan. Seleksinya dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian dari empat kecamatan itu sudah bertanding. Dari situ kita pilih yang terbaik dan yang juara untuk kemudian bergabung menjadi tim yang mewakili Kota Tarakan,” kata Tamrin, Senin (31/8/2026).
Kontingen Tarakan berangkat menuju Tanjung Selor pada Senin (31/8/2026). Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 3 September 2026 di Lapangan Yani, Tanjung Selor, dengan mempertemukan perwakilan daerah dari Kaltara.
Tamrin mengatakan, tahun ini Tarakan mengirimkan dua tim sekaligus, masing-masing satu tim putra dan satu tim putri. Setiap tim diperkuat 20 pemain sehingga total pemain yang diberangkatkan mencapai 40 siswa.
“Kami dari Dinas Pendidikan Kota Tarakan melepas peserta Gala Siswa Indonesia perwakilan Kota Tarakan untuk lomba tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Kota Tarakan mengutus dua tim, yaitu tim putra sebanyak 20 orang dan tim putri juga sebanyak 20 orang, jadi totalnya 40 siswa,” ujarnya.
Para pemain berasal dari beberapa sekolah yang lolos dalam proses seleksi. Tamrin menyebut di antaranya terdapat siswa dari SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 3 Tarakan. Seluruh pemain yang terpilih dalam kontingen tahun ini berasal dari sekolah negeri.
Selain pemain, rombongan juga didampingi empat pelatih yang terdiri dari dua pelatih utama dan dua asisten pelatih. Tim turut diperkuat dua personel medis untuk mendukung kebutuhan selama mengikuti pertandingan.
Dari sisi usia, peserta GSI merupakan siswa jenjang SMP yang berada pada kisaran 12 hingga 15 tahun. Seleksi berjenjang diharapkan dapat menghasilkan pemain yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bersaing pada tingkat provinsi.
Tamrin menyebut pertandingan di Tanjung Selor menjadi tahap lanjutan setelah proses seleksi di tingkat daerah. Para pemain akan berhadapan dengan perwakilan kabupaten dan kota lainnya di Kaltara.
“Pelaksanaannya hari ini berangkat ke Tanjung Selor, kemudian besok tanggal 1 sampai tanggal 3 pertandingan di Tanjung Selor. Ini masih lingkup Kaltara, tetapi nanti kita berhadapan dengan kabupaten lainnya di Kalimantan Utara,” katanya.
Pelatih GSI Tarakan, Guntur Wardoyo, mengatakan persiapan tim telah dilakukan sekitar dua bulan, sejak Juli hingga menjelang keberangkatan. Program latihan tidak hanya berfokus pada teknik permainan, tetapi juga kondisi fisik pemain.
“Persiapannya mulai dari bulan Juli sampai Agustus, kurang lebih sekitar dua bulan. Dalam setiap latihan kami tetap menerapkan latihan fisik sebagai yang utama, kemudian juga strategi bermain. Jadi dua hal itu yang kami siapkan supaya anak-anak lebih siap saat pertandingan nanti,” kata Guntur.
Menurut Guntur, jumlah pemain tahun ini bertambah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun lalu setiap tim diperkuat 18 pemain, sedangkan tahun ini jumlahnya menjadi 20 pemain untuk masing-masing tim.
“Tahun lalu jumlah pemainnya 18 orang, sedangkan tahun ini menjadi 20 orang. Jadi untuk Tarakan ada satu tim putra dan satu tim putri, masing-masing 20 pemain. Totalnya ada 40 pemain yang kita bawa untuk mengikuti pertandingan tingkat provinsi,” ujarnya.
Pada kompetisi tahun ini, setiap daerah hanya mengirim satu tim putra dan satu tim putri sebagai perwakilan. Guntur menyebut berdasarkan data sementara yang diterimanya, terdapat tiga tim putra dan dua tim putri yang mengikuti kompetisi GSI tingkat Kaltara.
Kompetisi tersebut juga menjadi jalur bagi pemain yang nantinya terpilih untuk melanjutkan ke tingkat nasional. Setelah kompetisi provinsi, pemain yang lolos akan mengikuti tahapan pemusatan latihan atau training camp (TC) sebelum menghadapi pertandingan tingkat nasional.
“Kalau nanti di tingkat provinsi kita berhasil menjadi yang terbaik, selanjutnya akan ke tingkat nasional. Di sana nanti pemain akan mengikuti TC terlebih dahulu dan setelah itu dipertandingkan lagi di tingkat nasional. Jadi harapannya anak-anak bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Guntur.
Tarakan memiliki catatan prestasi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tim putri Tarakan berhasil menempati posisi juara kedua pada tingkat Kaltara. Sementara untuk kategori putra, perwakilan Malinau juga finis sebagai juara kedua.
Capaian tersebut menjadi gambaran persaingan yang harus dihadapi kontingen tahun ini. Guntur berharap hasil yang diraih Tarakan dapat meningkat sekaligus membuka peluang lebih banyak pemain untuk melanjutkan pembinaan hingga tingkat nasional.
“Target tahun ini mudah-mudahan beberapa anak, atau kalau bisa banyak anak dari Tarakan, bisa lolos ke tingkat nasional. Kita juga berharap hasilnya lebih baik dari tahun lalu. Kalau tahun lalu kita juara dua, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik lagi dan kalau memungkinkan bisa menjadi juara satu,” pungkasnya. (saf)










