TANA TIDUNG, Headlinews.id – Kemampuan numerasi pelajar masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Tana Tidung (KTT) berdasarkan evaluasi TKA. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan perpustakaan daerah tidak sebatas sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang dapat mendukung peningkatan kemampuan akademik pelajar.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan perpustakaan daerah yang baru diresmikan tersebut diharapkan menjadi bagian dari aktivitas belajar anak-anak. Fasilitas itu juga dinilai cukup representatif untuk menunjang kegiatan literasi di daerah.
“Saya ingin perpustakaan ini menjadi teman anak-anak kita, mulai dari PAUD, SD sampai SMP. Karena itu, saya sudah perintahkan Sekretaris Dinas Pendidikan untuk membantu perpustakaan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah,” kata Ibrahim, saat meresmikan Perpustakaan Kabupaten Tana Tidung, Selasa (1/9/2026).
Perpustakaan tersebut menjadi fasilitas pertama di Kabupaten Tana Tidung dengan sarana yang dinilai cukup memadai. Ibrahim menyebut ruang baca telah ditata, sementara ruang edukasi anak dan sejumlah ruangan lainnya juga disiapkan untuk memberikan suasana belajar yang lebih nyaman.
Pemanfaatan fasilitas itu kemudian diarahkan agar tidak berhenti pada kunjungan masyarakat secara umum. Sekolah diminta ikut membawa pelajar datang secara terjadwal sehingga perpustakaan memiliki aktivitas kunjungan yang rutin.
Ibrahim meminta PAUD, SD dan SMP di seluruh wilayah Tana Tidung menyusun jadwal kunjungan secara bergantian. Pola tersebut diharapkan membuat setiap sekolah memiliki kesempatan memanfaatkan perpustakaan tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Setiap PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Tana Tidung wajib melakukan kunjungan secara bergantian. Nanti dijadwalkan, misalnya satu sekolah mendapat giliran dalam satu bulan, kemudian sekolah lainnya mendapat giliran berikutnya,” ujarnya.
Bagi Ibrahim, kebiasaan membaca perlu dibentuk sejak anak-anak berada di bangku pendidikan dasar. Perpustakaan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan anak pada lebih banyak bahan bacaan dan sumber pengetahuan di luar materi yang diperoleh di kelas.
Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting setelah pemerintah daerah mengevaluasi hasil TKA. Dari evaluasi tersebut, kemampuan numerasi pelajar masih berada di bawah capaian yang diharapkan, sedangkan kemampuan literasi disebut sudah cukup baik.
“Setelah saya evaluasi hasil TKA, yang masih rendah di Kabupaten Tana Tidung adalah numerasi. Sementara literasi kita sudah cukup bagus. Ini tentu harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” jelasnya.
Ia berharap penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kemampuan numerasi. Menurut Ibrahim, semakin banyak referensi yang dibaca anak, semakin luas pula pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajarnya.
“Kalau numerasinya bagus, kemudian didukung dengan adanya perpustakaan daerah, tentu hasilnya akan jauh lebih baik. Tinggal bagaimana anak-anak kita dibiasakan untuk gemar membaca,” katanya.
Ibrahim mengatakan membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks, tetapi juga berhubungan dengan pembentukan wawasan. Ia menilai kebiasaan tersebut penting sebagai bekal anak-anak ketika mereka tumbuh dan menghadapi persoalan yang lebih kompleks.
“Orang yang gemar membaca tentu memiliki wawasan dan pemahaman yang lebih baik. Saya kira tidak ada pemimpin yang tidak punya referensi dan wawasan. Jadi, untuk menjadi pemimpin, salah satunya harus dimulai dari gemar membaca,” tuturnya.
Selain mendorong kunjungan pelajar, penguatan perpustakaan juga diharapkan mendapat dukungan dari lingkungan pemerintahan. Ibrahim menyebut Bunda Literasi memiliki gagasan agar ASN turut menambah koleksi bacaan yang tersedia bagi masyarakat.
Gagasan tersebut berupa sumbangan satu buku dari setiap ASN. Dengan jumlah ASN yang cukup banyak, kontribusi tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan yang tersedia di perpustakaan daerah.
“Ada gagasan dari Bunda Literasi, satu ASN menyumbangkan satu buku. Itu tentu bisa membantu menambah koleksi perpustakaan. Jadi, setiap ASN bisa ikut berkontribusi melalui koleksi buku yang dimilikinya,” pungkasnya. (hr)








