TARAKAN, Headlinews.id – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kalimantan Utara mulai mempercepat konsolidasi struktur organisasi di tingkat daerah dengan melaksanakan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Kota Tarakan. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional partai dalam pembentukan dan penyegaran struktur kepengurusan periode 2026–2030.
Pelantikan PAC Kota Tarakan yang digelar Kamis (11/6/2026) tersebut mencakup empat kecamatan, yakni Tarakan Tengah, Tarakan Timur, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi titik awal penguatan struktur organisasi partai hingga tingkat paling bawah, yakni ranting dan anak ranting yang berada di tingkat kelurahan dan lingkungan RT.
Wakil Ketua DPD PDIP Kaltara, Rahmat Sewa, menegaskan pelantikan PAC di Kota Tarakan telah dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia menyebut seluruh struktur yang menjadi bagian dari PAC telah resmi dikukuhkan meskipun terdapat sejumlah penyesuaian teknis di lapangan.
“Secara prinsip lengkap semua kita lantik. Ada beberapa yang berhalangan hadir, namun secara struktur tidak ada persoalan dan tetap berjalan sesuai agenda organisasi,” ujarnya.
Rahmat menjelaskan pembentukan PAC ini merupakan bagian dari instruksi DPP PDIP yang bersifat nasional dan wajib dilaksanakan oleh seluruh daerah. Ia menyebut kepengurusan periode 2026–2030 seharusnya sudah mulai terbentuk sejak awal, namun baru direalisasikan secara bertahap di daerah.
Setelah pembentukan PAC, kata dia, proses konsolidasi organisasi akan dilanjutkan ke tingkat Ranting dan Anak Ranting yang berada di 20 kelurahan di Kota Tarakan. Struktur paling bawah tersebut akan menjadi ujung tombak kerja-kerja politik partai di lapangan.
“Setelah PAC ini, kita lanjut ke Ranting dan Anak Ranting. Dari 20 kelurahan akan terbentuk struktur hingga ke tingkat paling bawah,” jelasnya.
Terkait komposisi pengurus, Rahmat mengatakan terdapat pergeseran signifikan dalam struktur kepengurusan kali ini. Menurutnya, sebagian besar pengurus yang dilantik merupakan wajah baru dengan dominasi kader muda yang dinilai lebih energik dan siap bekerja di lapangan.
“Wajah-wajah baru cukup banyak, anak-anak muda yang energik,” tambahnya.
Sementara itu, pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Utara, Agus Sutrisno, menegaskan proses pembentukan struktur PAC dilakukan secara seragam di seluruh Indonesia sesuai dengan arahan DPP. Ia mengungkapkan pelantikan di Tarakan merupakan yang pertama di Kalimantan Utara sebelum dilanjutkan ke kabupaten lain.
Menurutnya, setelah Tarakan, pelantikan akan dilanjutkan ke Kabupaten Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan dalam waktu yang telah dijadwalkan secara bertahap.
“Ini bukan hanya di Kaltara, tetapi seluruh Indonesia sedang melakukan pembentukan struktur PAC. DPD hanya mengakomodir seluruh kabupaten/kota yang ada,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan sekitar 60 hingga 70 persen pengurus yang dilibatkan dalam struktur baru merupakan wajah baru, yang sebagian besar berasal dari kalangan muda. Hal ini, kata dia, merupakan bagian dari strategi regenerasi organisasi sesuai dengan arahan DPP.
“Sekitar 60 sampai 70 persen adalah wajah baru, banyak anak muda. Ini sesuai arahan untuk memperkuat regenerasi partai,” katanya.
Ia menambahkan partai membutuhkan kader muda karena dinilai memiliki energi dan keberlanjutan dalam menjalankan kerja-kerja organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Ini penting agar struktur partai tidak stagnan, dan bisa bergerak lebih dinamis sampai ke bawah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan penguatan struktur hingga tingkat bawah merupakan bagian dari strategi utama partai dalam memperluas jangkauan kerja politik dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Ia menyebut kader di tingkat PAC hingga anak ranting merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Struktur paling bawah itu yang langsung bertemu masyarakat, mendengar keluhan, dan menyampaikan aspirasi,” jelasnya.
Terkait isu kebijakan publik seperti penyesuaian harga BBM, Agus menegaskan PDI Perjuangan tetap konsisten berpihak pada kepentingan masyarakat kecil. Menurutnya, partai tidak ingin kebijakan yang ada justru membebani rakyat.
“Intinya kami tidak ingin masyarakat terbebani. Prinsipnya adalah meringankan beban rakyat,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Tarakan, Edy Patanan, menjelaskan pelantikan PAC merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang telah diatur dalam AD/ART partai dan merupakan tindak lanjut dari hasil kongres partai.
Ia mengatakan sebelum pelantikan, para calon pengurus telah melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari penjaringan, tes tertulis, hingga psikotes.
“Ini sudah melalui proses yang panjang, mulai dari penjaringan sampai tes. Jadi yang dilantik hari ini memang sudah sesuai mekanisme partai,” ujarnya.
Edy menegaskan struktur partai, khususnya di tingkat PAC, merupakan ujung tombak yang berperan penting dalam kerja-kerja politik di lapangan. Mereka menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dalam menyerap aspirasi dan persoalan di tingkat bawah.
“Struktur ini adalah garda terdepan. Mereka yang langsung turun ke masyarakat dan menyerap aspirasi,” katanya.
Aspirasi tersebut, lanjut Edy, akan diteruskan melalui mekanisme internal partai yang dikenal sebagai “Tiga Pilar”, yakni eksekutif, legislatif, dan struktur partai.
Menurutnya, seluruh unsur tersebut harus berjalan seiring dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Semua aspirasi akan kita bawa ke Tiga Pilar, baik eksekutif, legislatif, maupun struktur partai,” jelasnya.
Edy juga menegaskan proses pembentukan struktur partai di seluruh Indonesia ditargetkan rampung pada Juni 2026, termasuk di Kalimantan Utara.
Sementara itu, terkait agenda politik ke depan seperti Pilkada, ia menegaskan bahwa partai masih fokus pada penguatan kerja-kerja kerakyatan.
“Untuk Pilkada masih jauh, kami fokus bekerja dulu untuk masyarakat. Nanti masyarakat yang menilai,” pungkasnya. (rs)










