TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bulungan. Kali ini, satu unit rumah warga di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, ludes terbakar saat kondisi bangunan dalam keadaan tidak ditempati pada Kamis (11/6/2026) siang.
Peristiwa tersebut sempat mengejutkan warga sekitar karena api dengan cepat membesar sebelum akhirnya melahap seluruh bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA di Jalan Poros Trans Kaltara, RT 013 Desa Pimping. Rumah yang terbakar diketahui milik Hendri Lafung (41) dan dalam kondisi kosong sejak lama.
“Begitu laporan masuk, petugas langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan awal di lapangan,” ujarnya.
Api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Megel yang tinggal di sekitar lokasi. Saat itu, saksi melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap rumah sebelum api terlihat membesar dengan cepat.
“Saksi awal melihat asap keluar dari bagian atas rumah, kemudian tidak lama api sudah mulai terlihat membesar,” kata Hadi.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya sambil mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.
“Warga sudah berusaha membantu, tetapi karena api cepat membesar, rumah tidak dapat diselamatkan,” lanjutnya.
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas Polsek Tanjung Palas Utara bersama Koramil, Tim Tagana, serta masyarakat setempat tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama.
Setelah beberapa waktu berjibaku, api akhirnya berhasil dikendalikan agar tidak merembet ke rumah lain di sekitar lokasi kejadian.
“Sinergi antara warga, kepolisian, TNI, dan Tagana sangat membantu proses pemadaman sehingga api tidak meluas ke permukiman lain,” jelas Hadi.
Dari hasil pendataan awal di lokasi, tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh bangunan rumah hangus terbakar dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.
Polisi menduga kuat kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada bagian instalasi rumah, terutama di area plafon. Bangunan yang sudah lama tidak dihuni diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko terjadinya gangguan instalasi listrik.
“Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di bagian atas rumah yang sudah lama kosong dan tidak terpantau,” ungkapnya.
Hadi menegaskan, aparat kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan langkah cepat dengan mengamankan lokasi serta memastikan tidak ada titik api yang tersisa setelah proses pemadaman selesai.
“Setelah api padam, kami lakukan pengecekan kembali untuk memastikan situasi benar-benar aman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama pada bangunan yang jarang ditempati. Menurutnya, banyak kasus kebakaran berawal dari kelalaian kecil yang tidak disadari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, apalagi pada rumah yang tidak ditempati. Hal kecil seperti ini sering menjadi pemicu kebakaran besar,” pungkasnya. (rn)










