TARAKAN, Headlinews.id – Operasi Sarang Narkoba yang digelar tim gabungan Polda Kalimantan Utara dan Polres Tarakan tidak sebatas penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan tersebut juga diisi edukasi kepada masyarakat, termasuk orang tua dan anak di bawah umur, mengenai bahaya narkoba serta langkah pencegahan agar pelajar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Edukasi tersebut menyasar sejumlah kawasan di Tarakan, termasuk Selumit Timbunan di Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, dan Gunung Makassar di Kelurahan Sebengkok. Sosialisasi diberikan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya orang tua dan pelajar, mengenai bahaya penyalahgunaan liquid yang diduga mengandung ganja sintetis.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Rusli, menjelaskan edukasi tersebut menyasar orang tua dan pelajar, khususnya terkait penggunaan liquid yang diduga mengandung ganja sintetis. Penyampaian informasi mengenai bahaya zat tersebut dinilai perlu agar anak memahami risikonya sejak dini, sementara orang tua dapat mengenali persoalan yang mungkin dihadapi anak.
“Pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan memberikan pemahaman kepada anak mengenai bahaya narkotika. Orang tua juga perlu mengetahui lingkungan pergaulan anak dan perubahan perilaku yang muncul, sehingga bisa memberikan pendampingan apabila ditemukan hal-hal yang perlu diwaspadai,” ujar Rusli.
Penggunaan liquid yang diduga mengandung ganja sintetis menjadi salah satu persoalan yang perlu dipahami bersama. Produk berbentuk cairan yang digunakan dengan perangkat tertentu itu tidak boleh dianggap aman hanya karena bentuknya berbeda dari narkotika yang umum dikenal masyarakat. Kandungan di dalamnya perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan dan keselamatan penggunanya.
Menurut Rusli, keluarga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan anak. Anak perlu mendapat ruang untuk bercerita mengenai pergaulan dan persoalan yang dihadapi, tanpa mengabaikan pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di luar lingkungan keluarga.
“Anak perlu mendapatkan penjelasan yang benar tentang bahaya narkoba, bukan hanya larangan. Orang tua juga harus membangun komunikasi yang baik agar anak berani bercerita ketika menghadapi masalah atau mendapat ajakan mencoba sesuatu yang berisiko,” katanya.
Selain keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat pencegahan. Informasi mengenai bahaya narkotika perlu disampaikan secara berkelanjutan agar pelajar mampu mengenali risiko, menolak ajakan penyalahgunaan zat terlarang, serta memahami dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
Rusli menambahkan, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar anak tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian. Masyarakat juga dapat berperan dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.
“Penanganan narkotika perlu disertai pencegahan dan edukasi. Kami berharap orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat ikut memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka mengenali bahayanya dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” tutupnya. (saf)







