TARAKAN, Headlinews.id – Pelaksanaan Iraw Tengkayu di Kota Tarakan kembali mencatat capaian dengan masuknya agenda budaya tersebut dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Tahun ini menjadi kali kelima Iraw Tengkayu masuk dalam kalender event nasional yang dikurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, M. Zainuddin Mas’ud A.H, menyebut pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi pelaksanaan Iraw Tengkayu sebagai agenda budaya daerah yang dinilai memenuhi standar nasional.
Menurutnya, proses kurasi KEN dilakukan secara independen dengan sejumlah indikator penilaian yang ketat, mulai dari aspek dampak ekonomi hingga tata kelola penyelenggaraan.
“Iraw Tengkayu sudah beberapa kali masuk dalam KEN dan tahun ini kembali terpilih. Proses kurasinya independen dengan indikator yang cukup komprehensif, termasuk dampak ekonomi, pelestarian budaya, serta manajemen penyelenggaraan kegiatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi daerah untuk tetap mempertahankan kualitas pelaksanaan kegiatan budaya berskala nasional.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita tetap mampu menjaga konsistensi pelaksanaan hingga kembali masuk dalam KEN. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan tetap berjalan efektif,” katanya.
Dari sisi anggaran, pemerintah daerah melakukan penyesuaian seiring kebijakan efisiensi. Hal ini berdampak pada beberapa komponen pelaksanaan, termasuk operasional kepanitiaan dan jumlah personel pendukung kegiatan.
“Dalam pelaksanaan tahun ini memang ada penyesuaian anggaran. Beberapa komponen kegiatan dilakukan penyesuaian, termasuk operasional dan keterlibatan personel pendukung,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan standar pelaksanaan tetap dijaga, termasuk pada aspek penari yang tetap dipertahankan sesuai kebutuhan acara.
“Untuk penari tetap kita pertahankan sekitar 150 orang. Prinsipnya kualitas pertunjukan tetap dijaga sesuai kebutuhan panggung,” ujarnya.
Terkait pawai budaya, panitia menargetkan partisipasi peserta tidak mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan terakhir, kegiatan tersebut melibatkan hampir seribu peserta dan menarik sekitar 10 ribu pengunjung.
“Targetnya tetap sama seperti tahun sebelumnya, baik dari sisi peserta maupun antusiasme masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan pendaftaran peserta telah dibuka sejak awal bulan dan masih berlangsung hingga akhir bulan, dengan berbagai kategori mulai dari kendaraan hias hingga pejalan kaki.
“Pendaftaran sudah dibuka dan saat ini masih berjalan. Sudah ada peserta yang mendaftar dari beberapa kategori, termasuk kendaraan hias, sepeda, dan pejalan kaki,” ujarnya.
Rangkaian Iraw Tengkayu XV 2026 akan dimulai pada 4 Juli dengan prosesi mengarak Padaw yang dirangkai lomba kendaraan hias, sepeda hias, dan pawai jalan kaki. Pada 5 Juli, kegiatan dilanjutkan dengan Pentas Seni Budaya Nusantara sebelum puncak acara yang digelar pukul 14.00 WITA.
Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan panggung hiburan rakyat yang dipusatkan di kawasan Pantai Amal.
Ia menambahkan, meski kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tengah menghadapi tantangan, pelaksanaan Iraw Tengkayu diharapkan tetap mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Situasi ekonomi memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi kita melihat Iraw Tengkayu sudah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tarakan, sehingga tetap mendapat perhatian dan dukungan,” pungkasnya. (saf)










