MALINAU, Headlinews.id – Usulan pembangunan dari Kecamatan Mentarang diarahkan lebih selektif agar anggaran daerah dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Keterbatasan waktu, kemampuan pendanaan dan aturan membuat setiap program perlu disusun berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., MM., MH., mengatakan perencanaan di tingkat kecamatan perlu melihat kondisi nyata masyarakat. Usulan yang masuk dalam Musrenbang tidak cukup dikumpulkan, tetapi perlu diperiksa kembali agar sesuai kebutuhan dan kemampuan pembiayaan daerah.
“Anggaran kita ada batasnya, waktu pelaksanaan juga terbatas dan semua harus mengikuti aturan. Jadi usulan yang kita bawa harus benar-benar jelas kebutuhannya. Jangan sampai anggaran tersebar ke banyak kegiatan, tetapi hasilnya tidak terasa bagi masyarakat,” ujar Ernes saat membuka Musrenbang Kecamatan Mentarang di Aula Kantor Camat Mentarang, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan dasar masih perlu mendapat ruang dalam perencanaan pembangunan Mentarang. Infrastruktur dasar, akses masyarakat, ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu ditempatkan sesuai kondisi masing-masing desa.
“Setiap desa tentu punya persoalan yang berbeda. Ada kebutuhan jalan, listrik, air bersih, ada juga persoalan ekonomi dan pangan. Usulan itu harus kita lihat berdasarkan kondisi di lapangan, kemudian disusun mana yang paling mendesak untuk ditangani,” katanya.
Ernes juga meminta isu kesehatan, khususnya pencegahan stunting, tidak dipisahkan dari perencanaan pembangunan. Pemenuhan gizi ibu dan anak serta peran keluarga perlu diperkuat karena pencegahan dapat dilakukan sejak masa awal pertumbuhan.
“Stunting tidak bisa kita serahkan hanya kepada tenaga kesehatan. Keluarga punya peran besar, terutama dalam pemenuhan gizi ibu dan anak. Jadi edukasi dan dukungan kepada keluarga juga harus masuk dalam perencanaan,” ungkapnya.
Pemberdayaan masyarakat desa turut disinggung dalam pembahasan Musrenbang. Program pembangunan diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan, sehingga hasil pembangunan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik.
Ernes mengatakan ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya berkaitan dengan perubahan yang dirasakan masyarakat. Akses yang lebih baik perlu diikuti peningkatan kemampuan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan fisik itu penting, tetapi hasil akhirnya harus terasa di kehidupan masyarakat. Jalan ada, listrik ada, air bersih tersedia, tetapi masyarakat juga harus punya kemampuan untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya,” ujarnya.
Selain perencanaan pembangunan, Ernes mengingatkan pentingnya kondisi lingkungan yang aman dan tertib. Camat, kepala desa, RT, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat memiliki peran dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.
Ia meminta seluruh usulan Musrenbang Kecamatan Mentarang diverifikasi sebelum masuk ke tahapan penyusunan APBD. Verifikasi diperlukan agar program yang dipilih memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Setelah Musrenbang ini, usulan harus diverifikasi lagi. Kita lihat kebutuhan, kewenangan dan kemampuan anggarannya. Dari situ baru kita susun prioritas supaya program yang masuk dalam APBD benar-benar punya manfaat bagi masyarakat,” pungkas Ernes. (*)










