MALINAU, Headlinews.id – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara II mulai dimatangkan Kabupaten Malinau. Selain memperkenalkan identitas resmi melalui logo dan maskot, pemerintah daerah juga membuka rapat teknis untuk membahas kesiapan penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengatakan penyelenggaraan Porprov membutuhkan koordinasi lintas sektor sejak tahap persiapan. Kesiapan venue, sarana pendukung, keamanan hingga akomodasi perlu dibahas secara terukur agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar.
“Porprov ini membutuhkan persiapan yang benar-benar matang. Venue harus siap, fasilitas pendukung harus diperiksa, keamanan juga harus dipastikan, termasuk akomodasi bagi kontingen. Semua perlu dikoordinasikan dari awal,” ujar Wempi usai meluncurkan logo dan maskot Porprov II Kaltara di Malinau, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, Porprov tidak hanya berkaitan dengan pertandingan antarkontingen. Ajang tersebut juga dapat mempertemukan atlet dan masyarakat dari berbagai daerah di Kaltara dalam suasana persaudaraan.
“Pertandingan memang menjadi bagian utama, tetapi hubungan antardaerah juga harus kita jaga. Atlet datang untuk bertanding, tetapi mereka juga membawa semangat persahabatan dan persaudaraan dari daerah masing-masing,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wempi juga meluncurkan logo dan maskot resmi Porprov II Kaltara. Maskot berupa Kucing Merah mengambil inspirasi dari fauna endemik yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.
Logo Porprov dirancang oleh putra daerah Malinau. Penggunaan unsur lokal dalam identitas ajang olahraga tersebut diharapkan dapat merepresentasikan karakter daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan Kaltara.
Wempi mengatakan identitas Porprov perlu membawa ciri khas daerah tuan rumah sekaligus mencerminkan semangat olahraga. Ia berharap logo dan maskot tersebut tidak berhenti sebagai simbol acara, tetapi turut memperkenalkan Malinau kepada masyarakat dari daerah lain.
“Logo dan maskot ini kita harapkan punya identitas yang kuat. Kucing Merah kita ambil dari kekayaan alam Kayan Mentarang, sedangkan logonya dirancang putra daerah. Jadi ada unsur lokal yang kita tampilkan dalam Porprov ini,” ungkapnya.
Di tengah persiapan Porprov, Wempi juga mengajak masyarakat meningkatkan kebiasaan berolahraga. Menurutnya, aktivitas fisik perlu dilakukan secara rutin dan tidak terbatas pada saat berlangsungnya kompetisi.
“Olahraga jangan hanya dilakukan ketika ada pertandingan. Masyarakat bisa mulai dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, senam atau bersepeda. Kebiasaan seperti itu penting untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia juga meminta akses terhadap kegiatan olahraga dibuka seluas mungkin bagi berbagai kelompok masyarakat. Anak-anak, perempuan, lansia hingga penyandang disabilitas perlu memiliki ruang untuk mengikuti aktivitas olahraga sesuai kemampuan masing-masing.
Malinau sendiri memiliki sejumlah catatan prestasi olahraga yang turut disampaikan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya datang dari pecatur cilik kategori U-5 yang berhasil meraih juara dalam turnamen internasional di Malaysia. Prestasi lain ditorehkan klub futsal Malinau yang meraih juara pada kejuaraan tingkat provinsi dan berhak mewakili Kaltara di tingkat nasional.
Wempi berharap prestasi tersebut dapat memacu pembinaan atlet di Malinau sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui olahraga.
“Prestasi atlet kita menunjukkan bahwa kemampuan itu ada. Tugas pemerintah dan semua pihak adalah memberikan ruang pembinaan yang baik. Untuk Porprov nanti, kita ingin seluruh peserta bertanding dengan sportif dan membawa nama daerah dengan cara yang baik,” pungkasnya. (**)










