BERAU, Headlinews.id – Pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Berau mulai diarahkan pada penguatan produksi dan hilirisasi, melalui penyaluran bibit Kelapa Dalam varietas Genjah Entog kepada kelompok masyarakat oleh Program SIGAP Sejahtera.
Penyaluran bibit tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor hulu perkebunan kelapa sekaligus mendorong terbentuknya rantai pengolahan hasil agar memiliki nilai tambah ekonomi di tingkat masyarakat.
Pemilihan varietas Kelapa Genjah Entog dilakukan karena dinilai memiliki keunggulan dibanding kelapa pada umumnya, terutama dari sisi kecepatan berbuah, produktivitas, serta kemudahan dalam perawatan dan proses panen.
“Pemilihan Kelapa Genjah Entog ini karena memiliki keunggulan berbuah lebih cepat, produktivitas tinggi, serta lebih mudah dalam perawatan dan panen,” ujar Koordinator Proyek SIGAP Sejahtera, Hamzah Nasir.
Menurut dia, karakteristik tersebut membuat varietas ini lebih relevan untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah yang dapat memberikan dampak ekonomi lebih cepat bagi petani.
Selain penguatan di sektor hulu, program ini juga menyasar pengembangan hilirisasi melalui pengolahan hasil kelapa menjadi produk bernilai tambah.
i Kampung Karangan, kelompok ibu-ibu PKK dilibatkan dalam produksi sabun batang, sabun cair, hingga minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).
Upaya ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis rumah tangga di sektor olahan kelapa.
“Pendampingan tidak hanya berhenti pada budidaya, tetapi juga diarahkan pada pengolahan hasil agar nilai tambahnya meningkat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Hamzah.
Ia menambahkan pengembangan komoditas kelapa di Berau membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Kami berharap langkah ini dapat dilanjutkan dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, agar potensi kelapa di Berau dapat dikelola secara optimal untuk kemajuan daerah,” harapnya. (*)









