Rabu, September 9, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Berau

Produksi Padi Tertekan Kemarau, Berau Siapkan Pertanian Modern

by Redaksi 2
21 Agustus 2026
in Berau
A A
Produksi Padi Tertekan Kemarau, Berau Siapkan Pertanian Modern

Bupati Berau Sri Juniarsih bersama petani saat syukuran panen padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur.

BERAU, Headlinews.id – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Berau belum menghentikan produksi padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur. Dari 118,7 hektare lahan yang diusahakan, sebanyak 75 hektare masih berhasil dipanen pada musim tanam kali ini.

Bupati Berau Sri Juniarsih bersama Wakil Bupati Gamalis hadir dam syukuran panen padi di Labanan Jaya, Kamis (20/8/2026). Kondisi tersebut menjadi gambaran, produksi pangan masih dapat dipertahankan meski sejumlah wilayah lain terdampak kekeringan.

Sri Juniarsih mengatakan keberhasilan petani Labanan Jaya mempertahankan panen harus diikuti pengembangan pola pertanian yang lebih modern. Pemerintah daerah tengah mengupayakan bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat untuk mendukung pekerjaan petani di kawasan tersebut.

“Bertani sekarang tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manual. Kita sedang mengupayakan bantuan alat pertanian dari kementerian untuk ditempatkan di Labanan Jaya. Harapannya pekerjaan petani lebih mudah, lebih cepat, dan hasilnya juga meningkat,” kata Sri Juniarsih.

Luas sawah di Labanan Jaya saat ini mencapai 336 hektare. Sebanyak 68 hektare di antaranya merupakan lahan baru yang dibuka melalui kerja sama dengan TNI. Penambahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan Berau.

Pemerintah daerah juga mendorong regenerasi petani. Banyak petani saat ini mulai memasuki usia lanjut, sedangkan minat generasi muda untuk melanjutkan pekerjaan di sektor pertanian masih terbatas.

Sri Juniarsih melihat keberadaan Fakultas Pertanian STIPER yang akan bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Berau sebagai peluang menyiapkan generasi baru di sektor pertanian.

“Anak-anak muda harus mulai melihat pertanian sebagai pekerjaan yang punya masa depan. Kita membutuhkan petani muda yang terdidik, memahami teknologi dan mampu mengelola lahan dengan cara yang lebih modern,” ujarnya.

Pengembangan produksi padi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Berau. Saat ini luas sawah di seluruh wilayah Berau mencapai 2.365 hektare.

Produksi dari lahan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jangan sampai kebutuhan pangan kita terus bergantung dari luar daerah. Kalau lahan dan produksi terus dikembangkan, hasil pertanian Berau bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Persoalan ketersediaan air menjadi tantangan yang masih dihadapi petani. Pemkab Berau berkoordinasi dengan BNPB dan TNI untuk mengupayakan rekayasa cuaca atau hujan buatan guna membantu wilayah yang mengalami kekeringan.

“Untuk persoalan air, koordinasi dengan BNPB dan TNI terus dilakukan. Rekayasa cuaca menjadi salah satu yang sedang diupayakan untuk membantu kondisi lahan yang kekurangan air,” jelas Sri Juniarsih.

Di tengah kondisi kemarau, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Suhu tinggi dan kondisi lahan yang kering meningkatkan risiko api menyebar dan memicu kebakaran hutan maupun lahan.

Pemkab Berau juga terus membuka lahan pertanian baru melalui kerja sama dengan kementerian dan pemanfaatan lahan CSR. Puluhan hektare lahan baru disiapkan untuk menambah luasan kawasan produksi pangan.

Sri Juniarsih menilai pengembangan pertanian harus diarahkan pada kemandirian pangan daerah. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal.

“Bertani itu mulia dan bertani itu masa depan. Tanah kita subur, potensi kita besar. Yang dibutuhkan adalah semangat, pembaruan cara bertani dan kebersamaan. Kita tidak boleh selamanya bergantung pada pasokan dari luar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau Lita Handini mengatakan produktivitas panen di Labanan Jaya mencapai rata-rata 3,19 ton per hektare. Hasil tersebut menurun dibandingkan kondisi normal akibat dampak kekeringan.

“Produktivitas rata-rata sekarang 3,19 ton per hektare. Kekeringan cukup panjang memberikan dampak terhadap tanaman, sehingga hasilnya turun dibandingkan potensi normal,” kata Lita.

Dari lahan yang diusahakan, sekitar 11,5 hektare terdampak kekeringan. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Buyung-Buyung, Semurut, Merancang dan Melati Jaya yang mengalami gagal panen.

Lita menambahkan, kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap jadwal musim tanam berikutnya. Rencana tanam pada September berpotensi ditunda karena hujan diperkirakan baru turun paling cepat pada awal Oktober.

“Kalau hujan baru diperkirakan turun awal Oktober, jadwal tanam September kemungkinan perlu ditunda. Petani perlu menyesuaikan waktu tanam dengan ketersediaan air supaya tidak kembali mengalami kerugian,” ungkapnya. (*/fan)

 

Tags: BerauKekeringanKetahanan PanganLabanan JayapadiPertanianPetani
Advertisement Banner

Baca Juga

Berau Masih Panas dan Minim Hujan, BMKG Prediksi Kemarau hingga September
Berau

Berau Masih Panas dan Minim Hujan, BMKG Prediksi Kemarau hingga September

2 September 2026
Polisi Sita 14 Paket Sabu di Teluk Bayur, Seorang Pria Diamankan
Berau

Polisi Sita 14 Paket Sabu di Teluk Bayur, Seorang Pria Diamankan

31 Agustus 2026
Polres Berau Siagakan Tim Gerak Cepat 24 Jam Hadapi Karhutla
Berau

Polres Berau Siagakan Tim Gerak Cepat 24 Jam Hadapi Karhutla

23 Agustus 2026
Bakar Lahan untuk Sawit, Pria di Tanjung Batu Diamankan Polisi
Berau

Bakar Lahan untuk Sawit, Pria di Tanjung Batu Diamankan Polisi

21 Agustus 2026
Karhutla di Poros Kelay, Pemkab Berau Libatkan Dukungan Perusahaan
Berau

Karhutla di Poros Kelay, Pemkab Berau Libatkan Dukungan Perusahaan

18 Agustus 2026
Bupati Berau Tekankan Pengelolaan Sampah hingga Akses Destinasi Wisata
Berau

Bupati Berau Tekankan Pengelolaan Sampah hingga Akses Destinasi Wisata

7 Agustus 2026
Next Post
52 Hektare Lahan Terdampak Karhutla, Kapolres: Murni Faktor Alam

52 Hektare Lahan Terdampak Karhutla, Kapolres: Murni Faktor Alam

Bakar Lahan untuk Sawit, Pria di Tanjung Batu Diamankan Polisi

Bakar Lahan untuk Sawit, Pria di Tanjung Batu Diamankan Polisi

Selesai Jalani Pidana, WNA Tiongkok Dideportasi

Selesai Jalani Pidana, WNA Tiongkok Dideportasi

Berita Populer

  • Wakapolda Kaltara Buka FGD STIK Lemdiklat Polri, Dorong Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana

    Wakapolda Kaltara Buka FGD STIK Lemdiklat Polri, Dorong Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lokasi Arena Road Race Tarakan Clear, Pembangunan Ditargetkan Rampung Sebelum 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Pembunuhan di Tarakan, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penguatan Sistem Merit, Pemprov Gelar Expose Manajemen Talenta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.