SEBATIK, Headlinews.id – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Utara mulai menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pelayaran. Jarak pandang yang terbatas di perairan Sebatik membuat nakhoda diminta menyesuaikan kecepatan kapal dan meningkatkan pemantauan selama perjalanan.
Kepala Kantor UPP Kelas III Sungai Nyamuk Syaharuddin mengatakan, kondisi jarak pandang dapat berubah mengikuti kepadatan kabut asap. Situasi tersebut perlu diantisipasi karena kemampuan awak kapal dalam melihat kapal lain maupun objek di sekitar jalur pelayaran ikut berkurang.
“Kecepatan kapal harus disesuaikan dengan kondisi jarak pandang. Nakhoda juga perlu memastikan peralatan navigasi berfungsi dengan baik agar posisi kapal dan objek di sekitar tetap dapat terpantau,” kata Syaharuddin.
Imbauan tersebut dituangkan UPP Kelas III Sungai Nyamuk melalui surat Nomor UM.006/5/19/UPP.SN-26 tentang Kewaspadaan Jarak Pandang Pelayaran Terbatas Akibat Kabut Asap. Surat tersebut ditujukan kepada nakhoda kapal yang beroperasi di perairan Sebatik.
Syaharuddin juga meminta komunikasi antarkapal tetap dijaga selama kondisi jarak pandang menurun. Radio VHF dapat digunakan untuk bertukar informasi dengan kapal di sekitar maupun stasiun radio pantai terdekat.
“Komunikasi juga perlu ditingkatkan. Kalau jarak pandang sedang terbatas, informasi dari kapal lain maupun stasiun radio pantai bisa membantu nakhoda mengetahui kondisi di sekitar jalur pelayaran,” ujarnya.
Kondisi tersebut terutama perlu diantisipasi pada jalur yang memiliki aktivitas kapal cukup padat. Nakhoda perlu memperhitungkan kondisi cuaca, jarak pandang dan kemampuan peralatan navigasi sebelum menentukan kecepatan pelayaran.
UPP Kelas III Sungai Nyamuk meminta pengguna jasa pelayaran tetap memperhatikan kondisi di lapangan selama kabut asap masih memengaruhi jarak pandang. Penggunaan peralatan navigasi dan komunikasi secara optimal diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan.
“Jangan memaksakan kecepatan ketika jarak pandang sedang terbatas. Sesuaikan pelayaran dengan kondisi yang dihadapi dan pastikan seluruh peralatan navigasi serta komunikasi siap digunakan,” pungkas Syaharuddin. (saf)








