MALINAU, Headlinews.id – Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu prioritas dalam penanganan dampak kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Al-Khairaat Putra di Teluk Sanggan, Desa Malinau Hulu, Kabupaten Malinau. Sebanyak 1,8 ton beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga besar pondok pesantren, terutama para santri yang terdampak musibah tersebut.
Bantuan diserahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau, Selasa (4/11/2026). Penyaluran bantuan melibatkan Pemerintah Kabupaten Malinau, PMI, serta sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan.
Ernes mengatakan, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi para santri dan pengurus pondok pesantren setelah kebakaran. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.
“Setelah musibah kebakaran, kebutuhan para santri tentu tetap menjadi prioritas. Bantuan beras ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan makan mereka, sehingga kegiatan di lingkungan pondok pesantren tetap berjalan,” ujar Ernes.
Selain beras dari cadangan pangan daerah, bantuan yang disalurkan mencakup pakaian layak pakai, Al-Qur’an, dan sejumlah kebutuhan lainnya. Berbagai bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para santri yang terdampak kebakaran.
Ernes menyampaikan, pemulihan pondok pesantren juga mencakup penanganan asrama dan fasilitas yang terdampak. Pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap penataan lingkungan serta pembangunan kembali tempat tinggal santri agar dapat digunakan secara aman.
“Pemulihan juga mencakup perbaikan asrama dan fasilitas pondok pesantren. Kami berharap tempat tinggal para santri nantinya dapat kembali digunakan dengan kondisi yang lebih baik dan aman,” katanya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Ernes turut mengapresiasi keterlibatan PMI, para donatur, dan masyarakat. Dukungan yang diberikan dinilai membantu meringankan beban pengurus serta keluarga besar pondok pesantren dalam menghadapi dampak kebakaran.
Sementara itu, pengurus Ponpes Al-Khairaat Putra menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima. Dukungan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para santri sekaligus memberikan semangat bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan setelah musibah kebakaran.
Ernes berharap kepedulian berbagai pihak terus terjaga selama proses pemulihan berlangsung. Keberlangsungan pendidikan para santri juga menjadi bagian penting dalam penanganan dampak kebakaran.
“Anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu keluarga besar pondok pesantren melewati masa pemulihan ini,” tutupnya. (*/saf)










