MALINAU, Headlinews.id – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau diarahkan pada pemenuhan kebutuhan teknis pertandingan sesuai kemampuan anggaran.
Sejumlah perlengkapan akan diprioritaskan berdasarkan fungsinya, sementara peralatan yang masih bisa dimanfaatkan bersama atau dipinjam akan diupayakan untuk menekan biaya pengadaan.
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II Kaltara 2026, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, mengatakan penyediaan sarana untuk seluruh cabang olahraga (cabor) harus disesuaikan dengan kondisi keuangan yang tersedia. Setiap kebutuhan akan diperiksa untuk menentukan perlengkapan yang mendesak dan dapat menunjang kelancaran pertandingan.
“Dalam persiapan ini, kita harus melihat kebutuhan setiap cabang olahraga secara rinci. Tidak semua peralatan bisa dipenuhi sekaligus, sehingga kita akan menghitung mana yang harus diadakan dan mana yang masih bisa diatasi dengan peminjaman. Anggaran yang tersedia harus kita gunakan sesuai kebutuhan pertandingan,” ujar Wiyono dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Technical Delegate Meeting (TDM) dan Chef de Mission Meeting (CDM) Porprov II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau, Rabu (28/10/2026).
Pembahasan mengenai alokasi kebutuhan tersebut akan dilanjutkan oleh Panwasrah bersama PB Porprov. Tim akan menginventarisasi usulan dari masing-masing cabor sebelum menentukan bentuk pemenuhan perlengkapan, baik melalui pengadaan barang maupun pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia.
Wiyono menjelaskan, perbedaan karakteristik setiap cabang olahraga turut memengaruhi kebutuhan anggaran. Ada perlengkapan yang harus tersedia untuk menunjang pertandingan, termasuk barang habis pakai, sementara sejumlah peralatan lain masih memungkinkan digunakan kembali.
“Misalnya bulu tangkis, tentu kebutuhan bola harus kita perhitungkan. Begitu juga tenis dan cabang olahraga lain yang menggunakan barang habis pakai. Itu harus masuk dalam prioritas karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan pertandingan,” katanya.
Untuk peralatan yang masih layak digunakan, panitia akan menjajaki kemungkinan peminjaman dari pihak yang memiliki sarana sesuai spesifikasi pertandingan. Matras dan sejumlah perlengkapan lainnya menjadi contoh peralatan yang pemenuhannya dapat diupayakan tanpa harus membeli barang baru.
Skema penggunaan bersama juga akan dipertimbangkan apabila terdapat perlengkapan dengan fungsi dan spesifikasi yang sesuai untuk beberapa cabor. Menurut Wiyono, cara tersebut dapat membantu mengurangi kebutuhan pengadaan tanpa mengganggu kesiapan teknis pertandingan.
“Kalau ada sarana yang bisa digunakan oleh cabang olahraga dengan kebutuhan yang sama atau hampir sama, tentu bisa kita manfaatkan bersama. Kita lihat kesesuaian peralatannya terlebih dahulu, sehingga penggunaannya tetap memenuhi kebutuhan pertandingan,” jelasnya.
Besaran anggaran untuk masing-masing cabor hingga kini masih menunggu hasil verifikasi. Panwasrah dan PB Porprov akan memeriksa usulan kebutuhan untuk menentukan perlengkapan yang harus didahulukan sesuai urgensi dan kemampuan pendanaan.
“Kalau seluruh kebutuhan dipenuhi secara ideal, anggaran kita belum mencukupi. Jadi, kita harus menyusun prioritas dengan cermat. Peralatan yang benar-benar dibutuhkan untuk pertandingan akan kita dahulukan, sedangkan kebutuhan lain akan kita lihat kemungkinan pemenuhannya,” tegas Wiyono.
Selain anggaran dan peralatan, kesiapan sarana serta prasarana pertandingan juga masuk dalam agenda pemeriksaan. Panwasrah bersama PB Porprov dijadwalkan meninjau langsung sejumlah lokasi untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus mencocokkannya dengan persyaratan teknis setiap cabang olahraga.
Wiyono menyebutkan, beberapa fasilitas masih dalam proses penyelesaian, termasuk perangkat yang berkaitan dengan sistem elektronik. Pemeriksaan lapangan akan membantu panitia mengidentifikasi bagian yang sudah siap digunakan dan pekerjaan yang masih harus diselesaikan sebelum pertandingan berlangsung.
“Kita akan cek langsung kondisi di lapangan, termasuk fasilitas dan perangkat pendukungnya. Dari situ, kita bisa melihat apa saja yang sudah tersedia dan apa yang masih harus dilengkapi. Hasil pengecekan ini akan kita bahas bersama agar persiapan setiap cabang olahraga bisa berjalan sesuai kebutuhan,” tutupnya. (saf/*)










