MALINAU, Headlinews.id – Pemeriksaan persyaratan atlet dalam persiapan Porprov II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 menemukan satu hingga dua peserta yang berpotensi tidak memenuhi ketentuan. Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) masih memfinalisasi data untuk memastikan keabsahan peserta dari setiap kontingen.
Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, mengatakan pemeriksaan data atlet telah memasuki tahap akhir. Pencocokan dilakukan terhadap identitas peserta, jumlah atlet yang didaftarkan setiap kontingen, cabang olahraga yang diikuti, serta nomor pertandingan yang akan dilaksanakan.
“Pemeriksaan keabsahan atlet sekarang sudah mendekati tahap akhir. Data Entry by Name kita cocokkan kembali, mulai dari jumlah peserta, cabang olahraga yang diikuti, sampai kesesuaian data masing-masing kontingen. Kalau masih ada data yang perlu dikoreksi, kita sampaikan sebagai bahan perbaikan sebelum proses ini dituntaskan,” ujar Wiyono dalam Rakornis Technical Delegate Meeting (TDM) dan Chef de Mission Meeting (CDM) Porprov II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau, Rabu (28/10/2026).
Pemeriksaan juga mencakup persyaratan administrasi dan batas usia yang berlaku pada setiap cabang olahraga. Wiyono menyebutkan, peserta yang tidak memenuhi ketentuan dapat dinyatakan tidak sah untuk mengikuti pertandingan sesuai aturan cabang olahraga bersangkutan.
“Kalau persyaratannya tidak terpenuhi, tentu ada konsekuensinya. Misalnya, usia atlet belum mencapai batas minimal atau sudah melewati batas maksimal yang ditentukan. Sejauh ini ada sekitar satu sampai dua peserta yang menghadapi persoalan seperti itu, tetapi jumlahnya sangat kecil dibandingkan keseluruhan peserta,” jelasnya.
Selain verifikasi atlet, Panwasrah turut memeriksa kesesuaian nomor pertandingan dan ketentuan perolehan medali. Seluruh pelaksanaan kompetisi mengacu pada Technical Handbook (THB) sebagai pedoman teknis yang telah ditetapkan bagi penyelenggara dan kontingen.
Wiyono menegaskan, perubahan nomor pertandingan maupun ketentuan medali harus mengikuti regulasi yang berlaku. Penyelenggara juga berpedoman pada tahapan persiapan yang telah disusun agar pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai ketentuan.
“Rujukan teknis kita tetap THB. Penentuan nomor pertandingan maupun ketentuan medali harus sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Panwasrah bekerja berdasarkan jadwal yang telah disusun, sehingga setiap tahapan harus dijalankan secara konsisten,” katanya.
Ia menerangkan, data pendaftaran awal menjadi salah satu dasar dalam menentukan status nomor pertandingan. Jumlah atlet yang tercatat pada tahap Entry by Sport bisa berbeda dari jumlah peserta yang akhirnya tampil. Kondisi tersebut harus ditangani berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku.
Wiyono mencontohkan, sebuah nomor pertandingan yang tercatat diikuti tiga atlet pada tahap pendaftaran bisa saja hanya diikuti dua atlet ketika kompetisi berlangsung. Penentuan status pertandingan dan medali dalam kondisi tersebut harus merujuk pada data pendaftaran serta regulasi yang mengaturnya.
“Kalau pada tahap Entry by Sport tercatat tiga peserta, tetapi saat pertandingan hanya dua atlet yang tampil, penentuan status medali tetap harus mengacu pada ketentuan yang berlaku. Dasar pendaftaran dan aturan teknisnya harus diperiksa terlebih dahulu sebelum keputusan diambil,” ungkap Wiyono.
Sementara itu, nomor eksibisi masih menjalani pemeriksaan lanjutan. Panwasrah akan mencocokkan data peserta dengan nomor yang diajukan untuk memastikan kepastian pelaksanaannya sebelum ditetapkan dalam rangkaian kompetisi.
Koordinasi antara Panwasrah, PB Porprov, technical delegate, dan manajer tim juga dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai persyaratan atlet serta regulasi pertandingan. Keselarasan informasi diperlukan agar setiap kontingen memiliki acuan yang sama dalam mengikuti kompetisi.
“Semua pihak harus berpegang pada aturan yang sama. Data peserta harus jelas, nomor pertandingan sesuai ketentuan, dan persoalan teknis diselesaikan sebelum kompetisi berlangsung. Dengan begitu, setiap kontingen memiliki pedoman yang sama saat mengikuti Porprov nanti,” pungkasnya. (saf/*)







