TARAKAN, Headlinews.id – Warga Kota Tarakan bernama Herman (45) dilaporkan hilang di kawasan Hutan Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, sejak Sabtu (30/5/2025) saat mencari daun nipah.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 16.20 WITA dari rekan korban bernama Rosdiana. Laporan disampaikan setelah korban tidak kembali ke rumah sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan, Syahril melalui Kasi Operasi dan Siaga SAR Tarakan, Dede Hariana membenarkan adanya laporan tersebut dan langsung mengerahkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian awal.
“Benar, kami menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia berupa orang hilang di kawasan Hutan Rumah Adat Tidung. Setelah informasi masuk, tim langsung kami siagakan dan diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian pada hari pertama,” ujar Dede Hariana.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari pelapor, korban diketahui masuk ke kawasan hutan pada Sabtu (30/5/2025) sekitar pukul 15.00 WITA untuk mencari daun nipah. Namun hingga beberapa hari kemudian, korban tidak kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga.
“Keluarga sudah berupaya melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi, namun tidak menemukan keberadaan korban. Karena itu laporan kemudian kami tindaklanjuti sebagai operasi SAR,” tambahnya.
Lokasi kejadian berada di kawasan Hutan Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, dengan koordinat 3°20’1.37″N 117°33’37.51″E. Jarak lokasi dari Kantor SAR Tarakan sekitar 1,72 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit melalui jalur darat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung melakukan briefing singkat dan bergerak menuju lokasi pada pukul 16.36 WITA. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 17.01 WITA untuk melakukan penyisiran awal di area yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban.
“Begitu tiba, tim langsung melakukan assessment awal dan mulai penyisiran di beberapa titik yang dianggap berpotensi. Fokus kami saat ini adalah menemukan tanda-tanda awal keberadaan korban,” kata Dede.
Dalam operasi pencarian ini, unsur yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Tarakan serta dukungan keluarga dan masyarakat sekitar yang ikut membantu di lapangan.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung pencarian, di antaranya tiga unit motor trail untuk mobilitas di medan hutan, satu set perlengkapan medis, tiga unit alat komunikasi, serta satu unit drone untuk membantu pemantauan dari udara.
Hingga laporan awal operasi disusun, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dan tidak terdapat hambatan berarti yang mengganggu proses pencarian.
Dede menegaskan, operasi SAR akan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan melibatkan seluruh unsur hingga korban berhasil ditemukan.
“Operasi akan terus kami lanjutkan dengan melibatkan seluruh potensi SAR yang ada. Perkembangan di lapangan akan kami sampaikan secara berkala,” pungkasnya. (saf)








