TARAKAN, Headlinews.id – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tarakan tidak memaksakan jumlah penerimaan peserta didik baru sesuai target yang ditetapkan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas pendampingan guru serta kebutuhan belajar setiap anak.
Kepala UPT SPNF SKB Kota Tarakan, Patmaria Krisnova Levryn, mengatakan penerimaan peserta didik tahun ini tetap disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Meski memiliki target 45 anak, sekolah memilih melihat kesiapan layanan agar setiap peserta didik mendapatkan pendampingan yang optimal.
“Sebenarnya target kami 45. Cuma kami juga melihat kondisi, untuk usia 2 sampai 4 tahun itu tidak bisa menggabungkan terlalu banyak anak,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Menurut Patmaria, pembelajaran anak usia dini membutuhkan perhatian yang lebih karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan perkembangan yang berbeda. Jumlah peserta didik dalam kelas tidak hanya dihitung berdasarkan kapasitas ruangan, tetapi juga kemampuan guru dalam memberikan pendampingan.
PAUD SKB Tarakan saat ini didukung tiga guru untuk menangani peserta didik. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan sekolah dalam menentukan jumlah anak yang dapat diterima.
Selain jumlah peserta didik, sekolah juga mempertimbangkan kondisi anak yang diterima pada tahun ajaran ini, termasuk adanya peserta didik berkebutuhan khusus (ABK).
Pendampingan yang diberikan harus tetap menyesuaikan kebutuhan setiap anak agar proses belajar berjalan dengan baik.
“Kami juga melihat ternyata tahun ini ada menerima anak berkebutuhan khusus. Jangan sampai kami memaksakan penuh, tetapi ada anak yang tidak tertangani,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun memiliki target penerimaan, sekolah tetap melihat kondisi setiap kelompok belajar. Jumlah anak dalam satu kelas akan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik yang ada.
“Kalau dalam satu kelas ini sudah 15 orang dengan kondisi anak yang seperti ini, kami juga harus melihat. Jangan sampai kami menargetkan lebih banyak, tetapi anak yang ada tidak tertangani,” jelasnya.
Pada tahun ajaran ini, jumlah peserta didik PAUD SKB Tarakan mencapai 36 anak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 30 anak.
Patmaria menyebut peningkatan jumlah peserta didik menunjukkan layanan PAUD SKB mulai semakin dikenal masyarakat. Namun, peningkatan jumlah tersebut tetap diimbangi dengan kemampuan sekolah dalam memberikan layanan kepada setiap anak.
“Untuk PAUD memang sudah jauh lebih dikenal. Kami tidak terlalu banyak membuka promosi karena kami memahami posisi kami di sini negeri. Yang penting programnya bisa berjalan dan anak-anak tetap terlayani,” tutupnya. (*/saf)







