Kamis, September 3, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

STIK Kaji Kesiapan Polres Tarakan Hadapi Bencana Berbasis Manajemen Risiko

by Redaksi 2
2 September 2026
in Tarakan
A A
STIK Kaji Kesiapan Polres Tarakan Hadapi Bencana Berbasis Manajemen Risiko

Tim penelitian STIK bersama jajaran Polres Tarakan dan sejumlah unsur terkait mengikuti Focus Group Discussion (FGD) terkait model pemolisian berbasis manajemen risiko dalam penanganan bencana di Ruang Data Polres Tarakan, Rabu (2/9/2026).

TARAKAN, Headlinews.id – Kesiapan kepolisian menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Tarakan menjadi salah satu aspek yang dikaji dalam penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Rabu (2/9/2026).

Penelitian bertajuk Rekonstruksi Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana dalam Perspektif Hukum itu menggali pengalaman, kondisi dan kebutuhan di lapangan sebagai bahan penyusunan model pemolisian dalam penanganan bencana.

Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. bersama jajaran mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Data Polres Tarakan. Tim penelitian STIK dipimpin Kombespol Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si.

“Penanganan bencana membutuhkan kesiapan sejak sebelum kejadian. Pembahasannya tidak berhenti pada tindakan ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup kesiapan personel, koordinasi, sarana pendukung serta komunikasi dengan masyarakat,” ujar Tagor.

Menurut Tagor, karakteristik dan potensi bencana setiap wilayah berbeda sehingga pola penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Pembagian tugas antarlembaga juga menjadi bagian penting agar respons di lapangan dapat berjalan lebih terarah.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi bencana yang berbeda. Model pemolisian yang dibangun harus menyesuaikan kondisi tersebut, termasuk dalam pembagian tugas, koordinasi dan pengambilan keputusan ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Diskusi tersebut tidak hanya melibatkan jajaran Polres Tarakan. Sejumlah unsur terkait turut memberikan masukan, di antaranya Lurah Karang Balik beserta staf, perwakilan BPBD, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tarakan, Dinas Lingkungan Hidup, tokoh masyarakat Buddha, Senkom Provinsi Kalimantan Utara serta pemerhati lingkungan Kota Tarakan.

Keterlibatan lintas sektor menjadi bagian dari pengumpulan data penelitian untuk melihat pola koordinasi yang berjalan selama ini. Informasi mengenai kondisi lingkungan, kesiapan evakuasi, ketersediaan sarana hingga kemampuan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat turut dibahas.

Dari sisi kepolisian, pembahasan diarahkan pada kesiapan personel menghadapi situasi bencana sejak tahap mitigasi dan kesiapsiagaan hingga respons ketika kejadian berlangsung. Mekanisme komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait juga menjadi bagian yang dievaluasi.

“Penelitian ini kami arahkan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan, termasuk kendala yang masih dihadapi serta kebutuhan yang perlu diperkuat. Data tersebut nantinya menjadi bahan untuk merumuskan model pemolisian yang lebih sesuai dalam menghadapi berbagai situasi bencana,” tutur Tagor.

Keberadaan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki peran dalam pencegahan bencana juga ikut dibahas. Salah satunya Masyarakat Peduli Api (MPA), terutama terkait fungsi, kesiapan dan koordinasinya dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan bencana.

Selain sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian. Kemampuan peralatan pemadam kebakaran, dukungan personel serta jalur komunikasi antarinstansi dinilai perlu diperhitungkan dalam membangun sistem respons bencana yang efektif.

“Ketika bencana terjadi, kecepatan respons sangat dipengaruhi oleh persiapan sebelumnya. Kalau personel, peralatan, jalur komunikasi dan koordinasi sudah jelas, penanganan di lapangan akan lebih terarah,” jelasnya.

Masukan dari unsur pemerintah dan masyarakat menjadi bahan pembanding bagi tim STIK untuk melihat kondisi penanganan bencana dari berbagai sisi. Pengalaman di lapangan juga dibutuhkan untuk mengetahui persoalan yang muncul ketika beberapa instansi harus bergerak secara bersamaan dalam kondisi darurat.

Kegiatan penelitian diawali dengan pembukaan, doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan sambutan Kapolres Tarakan dan Ketua Tim Penelitian, pengantar FGD, pemaparan kondisi Polres Tarakan serta diskusi bersama peserta.

Tim penelitian STIK juga menyerahkan buku kepada Kapolres Tarakan. Penyerahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dari Kapolres Tarakan kepada tim penelitian dan foto bersama.

Hasil pengumpulan data dan pembahasan dalam FGD selanjutnya menjadi bahan bagi tim STIK untuk menyusun rekonstruksi model pemolisian berbasis manajemen risiko dalam penanganan bencana.

“Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang konkret untuk memperbaiki pola kesiapsiagaan dan penanganan bencana. Dengan begitu, kepolisian dan unsur terkait memiliki pola kerja yang lebih jelas ketika menghadapi kondisi darurat,” pungkas Tagor. (saf)

 

Tags: bencana TarakanBPBD TarakanKalimantan UtaraKesiapsiagaan Bencanamanajemen risiko bencanaMitigasi Bencanapemolisian berbasis risikopenanganan bencanaPOLRES TARAKANSTIKTarakan
Advertisement Banner

Baca Juga

Aturan Ekspor Tumpang Tindih, Komisi IV DPR RI Siapkan Pembahasan di Jakarta
Tarakan

Aturan Ekspor Tumpang Tindih, Komisi IV DPR RI Siapkan Pembahasan di Jakarta

3 September 2026
Tarif Angkutan Laut Ikut Dorong Inflasi Kaltara, Tekanan Harga Masih Terjaga
KALTARA

Tarif Angkutan Laut Ikut Dorong Inflasi Kaltara, Tekanan Harga Masih Terjaga

3 September 2026
Tabrakan di Jalan Pangeran Diponegoro, Pengendara Aerox Meninggal Dunia
Tarakan

Tabrakan di Jalan Pangeran Diponegoro, Pengendara Aerox Meninggal Dunia

3 September 2026
Dandim Tarakan Bekali Mahasiswa Baru Hadapi Tantangan Era Digital
Tarakan

Dandim Tarakan Bekali Mahasiswa Baru Hadapi Tantangan Era Digital

2 September 2026
ISPU Tarakan Turun ke 89, DLH Masih Pantau Pergerakan Kabut Asap
Tarakan

ISPU Tarakan Turun ke 89, DLH Masih Pantau Pergerakan Kabut Asap

2 September 2026
Polisi Bongkar Simpanan 21 Paket Sabu dalam Pipa di Karang Balik
Tarakan

Polisi Bongkar Simpanan 21 Paket Sabu dalam Pipa di Karang Balik

2 September 2026
Next Post
Divhubinter Polri Bekali Polres Tarakan Penanganan Kejahatan Lintas Negara

Divhubinter Polri Bekali Polres Tarakan Penanganan Kejahatan Lintas Negara

CCTV Jadi Petunjuk, Korban Ditemukan Meninggal 200 Meter dari Dermaga PKMT

CCTV Jadi Petunjuk, Korban Ditemukan Meninggal 200 Meter dari Dermaga PKMT

CCTV Jadi Petunjuk, Korban Ditemukan Meninggal 200 Meter dari Dermaga PKMT

CCTV Jadi Petunjuk, Korban Ditemukan Meninggal 200 Meter dari Dermaga PKMT

Berita Populer

  • Belanja Pegawai Tinggi, Daerah Kaltara Wajib Kantongi Pertimbangan Menkeu untuk TPP 2027

    Belanja Pegawai Tinggi, Daerah Kaltara Wajib Kantongi Pertimbangan Menkeu untuk TPP 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balai Mutu Kaltara Klaim Piloting SMHKP Bisa Rampung 10–15 Menit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 40 Siswa Tarakan Bertarung di GSI Kaltara, Bidik Tiket Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekspor Perikanan Kaltara Turun 16 Persen Selama Piloting SMHKP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.