TARAKAN, Headlinews.id – Arus lalu lintas di kawasan Simpang Grand Tarakan Mall (GTM) akan dihentikan sementara saat pembentangan bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Penghentian arus diperkirakan berlangsung sekitar lima hingga 10 menit.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K. melalui Kasat Lantas Polres Tarakan IPTU Ardi Wisnu Pradana, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan lalu lintas telah dibahas bersama Pemerintah Kota Tarakan. Pembentangan bendera akan dilakukan di kawasan traffic light Simpang GTM.
“Untuk kegiatan tanggal 17 Agustus nanti, kemarin sudah ada rapat dengan Pemkot terkait pembentangan bendera di traffic light GTM, di simpang GTM. Dari pembahasannya, kegiatan ini memang sudah pernah dilaksanakan tahun lalu,” kata Ardi, Minggu (16/8/2026).
Pembentangan bendera tersebut akan dilakukan bertepatan dengan detik-detik peringatan kemerdekaan. Bendera yang dibentangkan berukuran panjang 17 meter dan lebar 8 meter.
Pelaksanaan dijadwalkan sekitar pukul 11.17 Wita. Pada saat kegiatan berlangsung, seluruh kendaraan yang melintas di simpang tersebut akan dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada pengguna jalan ikut memperingati detik-detik kemerdekaan.
“Nanti tanggal 17 itu kita hentikan sementara aktivitas lalu lintas. Pengguna jalan juga kita ajak sama-sama memperingati hari kemerdekaan dengan membunyikan sirine, kemudian menyetel lagu Indonesia Raya dan menyanyikannya bersama. Setelah selesai, arus lalu lintas kita kembalikan seperti biasa,” ujarnya.
Penghentian arus tersebut tidak disertai pengalihan lalu lintas ke jalur lain. Polisi menilai durasi pelaksanaan yang relatif singkat tidak membutuhkan rekayasa pengalihan arus secara khusus.
Menurut Ardi, petugas akan mengatur kendaraan yang berhenti selama pelaksanaan berlangsung. Setelah kegiatan selesai, arus kendaraan akan kembali dibuka secara bertahap mengikuti pengaturan lampu lalu lintas.
“Kalau hanya sekitar lima sampai 10 menit sebenarnya tidak perlu langsung dialihkan. Kita hanya hentikan sementara. Setelah selesai, kita kembalikan lagi arusnya. Yang lampunya hijau kita jalankan dulu supaya arusnya kembali normal,” jelasnya.
Selain pengamanan di Simpang GTM, Satlantas Polres Tarakan juga akan melakukan pengamanan lalu lintas di sekitar lingkungan Pemerintah Kota Tarakan saat pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI.
Pengamanan juga dilakukan saat detik-detik pengibaran bendera di kawasan Pemkot. Polisi akan menempatkan personel pada titik-titik yang dianggap membutuhkan pengaturan arus kendaraan.
Untuk seluruh rangkaian pengamanan lalu lintas tersebut, Satlantas Polres Tarakan menyiapkan personel yang ada. Saat ini jumlah personel lalu lintas mencapai 61 orang, termasuk Kasat Lantas.
“Personel Lantas sekarang ada 61 termasuk saya, berarti saya membawahi 60 anggota. Nanti untuk di simpang empat itu kita bagi lagi, ada yang bagian pembentangan bendera dan ada yang pengamanan arus lalu lintas,” katanya.
Khusus pengamanan di Simpang GTM, sekitar 20 personel lalu lintas akan diturunkan. Mereka akan mengatur penghentian kendaraan, mengamankan kegiatan pembentangan bendera, sekaligus memastikan arus kembali berjalan setelah kegiatan selesai.
“Dari Lantas nanti kita turunkan sekitar 20 personel. Informasi awal untuk pembentangan bendera masih di satu titik, yaitu di Simpang GTM. Jadi kita atur supaya pelaksana kegiatan bisa berjalan dan arus lalu lintas juga tetap aman,” pungkasnya. (saf)








