TARAKAN, Headlinews.id – Polres Tarakan menerima kunjungan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pakuwaja Kota Tarakan bersama sejumlah paguyuban yang tergabung di dalamnya, Kamis (24/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi terkait kondisi sosial dan kerukunan antarwarga di Tarakan.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., menerima langsung rombongan Pakuwaja di Ruang Data Mako Polres Tarakan. Pertemuan turut dihadiri Kasat Intelkam, Kasat Binmas, KBO Intelkam, Ketua Pakuwaja Kota Tarakan, Ketua Pemuda Pakuwaja serta para ketua paguyuban.
“Paguyuban punya hubungan yang dekat dengan masyarakat di lingkungannya. Kalau ada persoalan, informasi biasanya lebih cepat sampai. Karena itu komunikasi seperti ini penting supaya persoalan yang muncul tidak dibiarkan berkembang,” ujar Bonifasius.
Selain memperkenalkan jajaran pengurus, pihak Pakuwaja menyampaikan kondisi dan persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat. Sejumlah paguyuban juga memiliki peran dalam menjaga hubungan antarwarga di lingkungannya masing-masing.
Bonifasius mengungkapkan, persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat perlu diketahui sejak awal. Tidak semua persoalan harus berujung pada proses hukum apabila masih dapat diselesaikan melalui komunikasi antarpihak.
“Persoalan kecil kalau tidak dikomunikasikan bisa berkembang. Sebaliknya, kalau sejak awal sudah ada komunikasi, kita bisa melihat duduk persoalannya dan mencari penyelesaian yang tepat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan sebelum diketahui kebenarannya. Terlebih jika informasi tersebut berkaitan dengan persoalan antarwarga yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau ada informasi yang belum jelas, jangan langsung diteruskan. Cek dulu sumbernya dan komunikasikan dengan pihak terkait. Ini penting supaya tidak muncul persoalan baru hanya karena informasi yang belum tentu benar,” kata Bonifasius.
Komunikasi antara kepolisian dan paguyuban dinilai dapat membantu kepolisian memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial di lingkungan masyarakat. Di sisi lain, pengurus paguyuban memiliki jalur komunikasi langsung dengan anggota dan warga di lingkungannya.
“Polisi tentu tidak bisa mengetahui semua persoalan yang terjadi di setiap lingkungan. Karena itu, informasi dari masyarakat sangat membantu. Ketika ada persoalan yang mulai berkembang, lebih baik disampaikan lebih awal sehingga bisa ditangani sesuai kondisi yang sebenarnya,” pungkasnya. (saf)








