TARAKAN, Headlinews.id – Penggunaan pembayaran digital lintas negara menjadi bagian yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui Kaltarun 2026 yang berlangsung di Taman Berkampung, Tarakan, Minggu (16/8/2026).
Ajang lari yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara tersebut membawa edukasi mengenai QRIS Cross-Border untuk mendukung transaksi ekonomi dan pariwisata.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan perkembangan sistem pembayaran digital perlu diikuti masyarakat, terutama di daerah yang memiliki aktivitas ekonomi dengan negara tetangga. QRIS Cross-Border dinilai dapat memberikan kemudahan dalam transaksi tanpa harus bergantung pada uang tunai.
“Transaksi sekarang sudah semakin mudah dengan sistem digital. Masyarakat juga perlu memahami perkembangan ini, apalagi Tarakan berada di kawasan yang aktivitas ekonominya terhubung dengan daerah dan negara lain,” kata Khairul.
Kaltarun 2026 menempuh jarak 8,1 kilometer dan menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Khairul menilai penggabungan kegiatan olahraga dengan edukasi transaksi digital membuat informasi mengenai sistem pembayaran lebih mudah diterima masyarakat.
Peserta tidak hanya mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan sistem pembayaran.
“Olahraga memang menjadi kegiatan utamanya, tetapi ada pesan lain yang disampaikan di sini. Masyarakat bisa mengenal QRIS Cross-Border dan memahami bagaimana transaksi digital dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
QRIS Cross-Border memungkinkan transaksi menggunakan QRIS pada negara yang telah terhubung dengan sistem pembayaran tersebut.
Kemudahan itu relevan bagi aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas masyarakat dan pelaku usaha dengan negara tetangga.
Tarakan sebagai salah satu kota di kawasan perbatasan memiliki peluang untuk memanfaatkan konektivitas pembayaran digital dalam mendukung perdagangan dan pariwisata.
Sistem pembayaran yang semakin terintegrasi dapat memberikan alternatif transaksi bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
“Tarakan punya posisi yang strategis karena berada di kawasan perbatasan. Aktivitas perdagangan dan pariwisata dengan negara tetangga perlu didukung dengan sistem pembayaran yang mudah. QRIS Cross-Border bisa menjadi bagian dari kemudahan itu,” kata Khairul.
Kaltarun 2026 juga mempertemukan pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha dan masyarakat dalam satu kegiatan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai digitalisasi transaksi sekaligus mendorong penggunaan pembayaran non-tunai.
Khairul berharap pemanfaatan QRIS dapat semakin meluas di kalangan pelaku usaha, termasuk UMKM. Penggunaan pembayaran digital dinilai tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara lebih tertata.
“Pelaku usaha juga perlu mengikuti perkembangan ini. Semakin banyak UMKM yang menggunakan pembayaran digital, semakin mudah masyarakat bertransaksi. Dari sisi usaha, pencatatan transaksi juga menjadi lebih tertib,” pungkasnya. (rs)










