TARAKAN, Headlinews.id – Lebih dari 100 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan SEMARAK (Sehat Masyarakat Bersama GenBI) di kawasan Car Free Day (CFD) Stadion Datu Adil Tarakan, Minggu (4/10/2026). Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah indikator kesehatan dasar hingga konsultasi dengan dokter umum.
Kegiatan yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Tarakan dan GenBI Kaltara itu juga memberikan edukasi mengenai kondisi kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
Peserta diperiksa berat dan tinggi badan, gula darah, kolesterol serta asam urat sebelum mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan kegiatan tersebut turut dikaitkan dengan kondisi lingkungan di Kalimantan, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita melihat kondisi kekeringan dan karhutla di beberapa wilayah Kalimantan. Situasi seperti ini tentu perlu disikapi, termasuk dari sisi kesehatan masyarakat. Karena itu kami coba hadir lewat kegiatan yang sederhana, tetapi bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Agus.
Ia mengatakan keterlibatan mahasiswa melalui GenBI juga diperlukan untuk memperkenalkan persoalan sosial dan lingkungan kepada generasi muda. Menurutnya, mahasiswa dapat mengambil peran dengan terlibat langsung dalam kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat.
“Anak-anak GenBI ini mahasiswa. Mereka punya kesempatan untuk belajar sekaligus melihat langsung kondisi di masyarakat. Saya kira pengalaman seperti ini penting, supaya mereka tidak hanya memahami persoalan dari sisi akademik, tetapi juga punya kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Layanan kesehatan yang disediakan mencakup pemeriksaan berat dan tinggi badan, gula darah, kolesterol serta asam urat. Warga yang mengikuti pemeriksaan juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum mengenai hasil pengecekan yang diperoleh.
GenBI Kaltara turut membagikan masker kepada peserta pemeriksaan. Edukasi diberikan mengenai penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang perlu diperhatikan.
Agus menilai kegiatan di ruang publik seperti CFD cukup efektif untuk mempertemukan layanan dan edukasi dengan masyarakat. Warga yang datang untuk berolahraga juga dapat memperoleh informasi kesehatan sekaligus pengetahuan lain yang berkaitan dengan tugas Bank Indonesia.
“CFD ini kan tempat masyarakat berkumpul. Jadi kita manfaatkan ruang seperti ini supaya edukasinya lebih dekat. Orang datang olahraga, kemudian bisa cek kesehatan, konsultasi, lalu mendapat informasi lain. Polanya lebih santai sehingga masyarakat juga lebih mudah menerima,” ujarnya.
Materi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah turut diberikan kepada pengunjung melalui kuis interaktif. GenBI Kaltara mengenalkan cara mengenali, merawat dan memahami Rupiah dengan pendekatan yang lebih ringan.
Kegiatan SEMARAK juga mempertemukan Bank Indonesia, GenBI Kaltara dan Dinas Kesehatan Kota Tarakan dalam satu kegiatan yang menyasar langsung masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjalankan peran sosial sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
“GenBI perlu punya pengalaman turun langsung seperti ini. Mereka bisa melihat kebutuhan masyarakat, berinteraksi, sekaligus belajar bagaimana menyampaikan edukasi dengan cara yang mudah diterima. Pengalaman seperti ini penting untuk membangun kepedulian sosial mereka,” pungkas Agus. (rs/*)







