TARAKAN, Headlinews.id – Pohon mangga tua roboh dan menimpa sebuah rumah di RT 3 Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 08.20 Wita.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena rumah dalam keadaan kosong. Namun, bangunan mengalami kerusakan berat dan jaringan listrik PLN di sekitar lokasi ikut terdampak.
Ketua RT 3 Karang Balik, Endro Yunianto, mengatakan rumah yang tertimpa merupakan milik Juwariah. Pemilik diketahui tinggal di Intraca dan rumah tersebut telah kosong sejak dibeli lebih dari lima tahun lalu.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena rumah ini memang sudah lama tidak berpenghuni. Kalau saya lihat, kerusakan bangunannya sudah hampir 100 persen,” ujar Endro.
Ia menuturkan, sesaat setelah kejadian pihaknya langsung menghubungi pemilik rumah dan keluarganya untuk menyampaikan informasi tersebut. Saat dihubungi, pemilik rumah masih dalam perjalanan menuju lokasi.
“Pemilik rumah sudah saya hubungi. Keluarganya juga sudah saya beri tahu. Waktu kami komunikasi, beliau masih dalam perjalanan,” katanya.
Selain menghubungi pemilik rumah, pihak RT juga berkoordinasi dengan Kelurahan Karang Balik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, dan PLN untuk mempercepat penanganan.
“Begitu mendapat laporan, saya langsung menghubungi pihak kelurahan, kemudian BPBD, dan PLN. Semua instansi terkait sebenarnya sudah kami informasikan,” ucapnya.
Menurut Endro, petugas PLN sempat mendatangi lokasi. Namun, hujan deras membuat proses penanganan belum dapat dilakukan karena harus mengutamakan keselamatan kerja sesuai prosedur.
“PLN sebenarnya sudah datang ke lokasi. Namun karena hujan deras, mereka belum bisa bekerja sesuai SOP K3. Kami sudah menghubungi kembali agar penanganan bisa segera dilakukan setelah cuaca memungkinkan,” jelasnya.
Selain merusak bangunan, pohon yang tumbang juga menimpa jaringan listrik PLN. Nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam pendataan.
Endro menjelaskan, pohon yang tumbang merupakan pohon mangga berusia tua dengan posisi batang yang telah condong.
Sebelum kejadian, pihak keluarga pemilik rumah sebenarnya telah memangkas sejumlah dahan sebagai langkah antisipasi.
“Kalau saya lihat pohonnya memang sudah tua dan posisinya agak condong. Dahan-dahan di bagian atas juga sudah pernah dipotong. Tapi namanya musibah, kita tidak pernah tahu kapan terjadinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan Karang Balik dan Sebengkok yang memiliki kontur perbukitan.
Kondisi tersebut membuat banyak warga menanam pohon sebagai upaya menjaga kestabilan tanah dan mengurangi risiko longsor.
“Daerah kami ini memang kawasan perbukitan yang rawan longsor. Karena itu banyak warga menanam pohon, tetapi kalau pohonnya sudah besar tentu perlu mendapat perhatian agar tidak membahayakan,” katanya.
Menurut Endro, kejadian pohon tumbang di wilayahnya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya sudah dua peristiwa serupa, namun masih dapat ditangani secara gotong royong karena ukuran pohonnya tidak terlalu besar.
“Kejadian seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi di wilayah kami. Bedanya, dulu pohonnya tidak terlalu besar sehingga masih bisa kami tangani bersama warga. Harapan kami ada perhatian untuk pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua agar risikonya bisa dikurangi,” pungkasnya. (saf)








