TARAKAN, Headlinews.id – Pelabuhan Feri Juata tercatat sebagai titik tersibuk selama periode angkutan laut Lebaran 2026 di Kota Tarakan. Jumlah penumpang di pelabuhan penyeberangan antarpulau tersebut bahkan melampaui Pelabuhan Malundung yang selama ini melayani kapal penumpang dan logistik.
Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan selama masa operasional posko Lebaran, total penumpang di Pelabuhan Feri Juata mencapai sekitar 41.230 orang.
Dari jumlah tersebut, penumpang berangkat tercatat sebanyak 21.540 orang, sementara penumpang datang mencapai 19.690 orang.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Pelabuhan Malundung yang mencatat total sekitar 32.450 penumpang, dengan rincian 16.780 penumpang berangkat dan 15.670 penumpang datang.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik mengatakan tingginya pergerakan penumpang di Pelabuhan Feri Juata menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan antarpulau, terutama selama momentum mudik dan arus balik Lebaran.
“Selama periode Lebaran, pergerakan penumpang di Pelabuhan Feri Juata memang cukup dominan dibandingkan pelabuhan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun terjadi lonjakan penumpang di dua pelabuhan utama, kondisi operasional secara keseluruhan tetap terkendali. Aktivitas embarkasi dan debarkasi penumpang berlangsung tertib tanpa gangguan berarti.
Menurutnya, kepadatan penumpang paling terasa menjelang hari raya dan beberapa hari setelahnya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun, situasi tersebut telah diantisipasi sebelumnya sehingga tidak mengganggu pelayanan di lapangan.
“Lonjakan sudah kami prediksi, sehingga langkah-langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal,” katanya.
Upaya pengendalian tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan di area pelabuhan, penyesuaian pelayanan, serta koordinasi intensif dengan operator kapal dan instansi terkait.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama selama masa angkutan Lebaran. Pemeriksaan terhadap kondisi kapal, pengaturan jumlah penumpang, serta pemantauan cuaca terus dilakukan untuk memastikan pelayaran tetap aman.
Seiring berakhirnya masa posko, aktivitas pelayanan di pelabuhan kini kembali berjalan normal. KSOP Tarakan juga memastikan evaluasi akan dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan pada periode mendatang.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan angkutan laut. Kami akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan ke depan semakin optimal,” ungkapnya.
Stanislaus menambahkan, dukungan lintas sektor turut berperan dalam menjaga kelancaran operasional, mulai dari unsur TNI, Polri, Basarnas hingga pemerintah daerah.
“Sinergi seluruh pihak sangat membantu dalam menjaga kelancaran angkutan laut selama periode Lebaran,” tandasnya. (saf)










