TARAKAN, Headlinews.id – Kontrak kerja Yohanes Sumardin sebagai petugas kebersihan di Kota Tarakan tidak diperpanjang mulai 1 April 2026. Keputusan tersebut membuatnya harus mengakhiri pekerjaannya yang selama ini menjadi sumber penghidupan.
Berdasarkan surat pemberitahuan dari perusahaan penyedia tenaga kerja, keputusan tersebut disebut sebagai pengakhiran hubungan kerja yang mulai berlaku awal April 2026.
Yohanes mengatakan, selama bekerja dirinya tidak pernah menerima teguran ataupun catatan negatif dari perusahaan. Bahkan, menurutnya, hasil kerjanya selama ini dinilai baik.
“Selama saya bekerja, tidak pernah ada komplain. Area yang saya tangani juga selalu bersih,” kata Yohanes.
Ia mengungkapkan, pemberitahuan terkait tidak diperpanjangnya kontrak disampaikan langsung oleh pihak perusahaan. Dalam pertemuan itu, ia mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa sebenarnya kinerjanya tidak menjadi persoalan.
“Mereka sampaikan ke saya, secara kinerja tidak ada masalah. Bahkan sebenarnya ingin mempertahankan,” ujarnya.
Namun demikian, Yohanes menyebut adanya faktor lain yang turut memengaruhi keputusan tersebut. Ia menyinggung adanya rekomendasi dari instansi terkait yang membuat kontraknya tidak dilanjutkan.
“Yang saya dengar, ada rekomendasi sehingga kontrak saya tidak diperpanjang,” katanya.
Ia menduga, hal itu tidak lepas dari aktivitasnya di media sosial beberapa waktu lalu, saat dirinya menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan petugas kebersihan, khususnya soal bonus tahunan yang tidak lagi diberikan.
“Waktu itu saya hanya menyampaikan soal bonus yang ditiadakan. Biasanya ada, tapi kemarin tidak ada,” ujarnya.
Menurut Yohanes, keluhan tersebut sebenarnya dirasakan banyak pekerja. Ia pun mencoba mewakili suara rekan-rekannya yang kesulitan menyampaikan aspirasi.
“Teman-teman banyak yang ingin menyampaikan, tapi bingung harus ke mana. Jadi saya yang coba sampaikan,” katanya.
Ia menegaskan, apa yang disampaikannya di ruang publik tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak tertentu. Baginya, hal tersebut semata-mata bentuk kepedulian terhadap kondisi sesama pekerja.
“Tidak ada niat menjelekkan siapa pun. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang dirasakan,” ujarnya.
Saat ini, Yohanes harus menerima kenyataan tidak lagi bekerja. Ia mengaku telah menyerahkan kembali fasilitas kerja yang sebelumnya digunakan.
“Saya sudah kembalikan semua, termasuk kendaraan operasional. Sekarang sudah tidak bekerja lagi,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada penghasilan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan keluarganya. Meski demikian, ia berharap kejadian yang dialaminya tidak terjadi pada pekerja lain.
“Cukup saya saja yang mengalami ini. Saya berharap teman-teman tetap berani menyampaikan haknya,” tutupnya. (saf)










