TARAKAN, Headlinews.id– Polres Tarakan memfasilitasi pertemuan lintas instansi untuk menindaklanjuti tuntutan Aliansi Mahasiswa Perbatasan Melawan terkait persoalan layanan penerbangan perintis di Kalimantan Utara.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Paten Polres Tarakan, Senin (29/6/2026), digelar setelah adanya surat dari pihak Bandara Juwata Tarakan yang meminta kepolisian membantu memfasilitasi ruang dialog antara pihak terkait menyikapi aspirasi yang sebelumnya disampaikan mahasiswa.
Forum tersebut menghadirkan unsur pengelola bandara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, maskapai penerbangan, aparat terkait, serta tokoh masyarakat untuk membahas tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik, mengatakan kepolisian mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan dengan tuntutan mahasiswa sekaligus membuka ruang komunikasi dalam mencari solusi.
Menurutnya, koordinasi dilakukan sejak awal untuk memastikan forum berjalan dan seluruh pihak yang berkepentingan dapat hadir menyampaikan penjelasan.
“Kami berkoordinasi dan menyiapkan tempat untuk mencari solusi dari isi tuntutan Aliansi Mahasiswa Perbatasan,” katanya.
Ia menegaskan kepolisian tidak masuk pada substansi kebijakan penerbangan, tetapi hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan ruang penyampaian aspirasi yang aman dan kondusif.
Menurut Kapolres, penyelesaian persoalan yang berkembang di masyarakat membutuhkan komunikasi antarpihak agar keputusan yang diambil dapat dipahami bersama.
Selain memfasilitasi pertemuan, Polres Tarakan juga menyatakan kesiapan memberikan pelayanan dan pengamanan apabila aksi penyampaian pendapat kembali dilaksanakan.
Kapolres menyebut pemberitahuan terkait rencana aksi lanjutan telah diterima pihak kepolisian.
“Kami dari kepolisian tentunya akan memberikan pelayanan dan pengamanan dalam pelaksanaan aksi tersebut,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengimbau agar kegiatan penyampaian pendapat tetap berlangsung tertib sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan baik.
“Kami imbau agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan dengan tertib sehingga aspirasi-aspirasi itu dapat tersampaikan dengan baik,” katanya.
Kapolres berharap ruang dialog yang dibuka melalui pertemuan tersebut dapat menjadi jalur komunikasi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan, sehingga berbagai persoalan yang berkembang dapat diselesaikan tanpa mengganggu kondusivitas daerah.
Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Perbatasan Melawan menggelar aksi di depan gerbang Bandara Juwata Tarakan pada 23 Juni 2026 dengan membawa tujuh tuntutan terkait layanan penerbangan perintis, mekanisme distribusi tiket, transparansi tarif subsidi, hingga evaluasi kebijakan pelayanan penerbangan. (saf)










