TARAKAN, Headlinews.id – Rencana pemberangkatan kontingen Kota Tarakan ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara mulai dihadapkan pada persoalan anggaran setelah kebutuhan yang diajukan jauh di atas dana yang tersedia.
Kondisi tersebut membuat jumlah atlet, ofisial, hingga cabang olahraga yang akan diberangkatkan masih dalam tahap penyaringan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan saat ini mulai menginventarisasi kebutuhan masing-masing cabang olahraga sebagai dasar penyusunan kontingen menuju Porprov yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Malinau pada September 2026.
Ketua KONI Tarakan, Rukisah Saleh melalui Sekretaris, Rizkiyanto, mengatakan seluruh pengurus cabang olahraga telah diminta menyerahkan data atlet, kebutuhan operasional, jumlah ofisial, serta target medali.
“Sejak 22 Juni kami sudah meminta seluruh cabang olahraga mengirimkan data kebutuhan masing-masing. Yang diminta bukan hanya jumlah atlet, tetapi juga kebutuhan anggaran, jumlah pendamping, dan target yang realistis untuk Porprov nanti,” ujarnya.
Menurut Rizkiyanto, proses tersebut dilakukan karena penyusunan kontingen tahun ini tidak hanya mempertimbangkan kesiapan atlet, tetapi juga kemampuan pendanaan.
Seluruh usulan dari cabang olahraga akan diverifikasi dan dibandingkan dengan capaian pada Porprov I tahun 2022 untuk melihat peluang prestasi yang paling memungkinkan.
“Kalau seluruh cabang ingin ikut tentu itu harapan bersama. Tetapi kami juga harus menghitung kemampuan yang tersedia. Jadi nanti dilihat lagi potensi medali, jumlah atlet, dan kebutuhan riil masing-masing cabang,” katanya.
Sebelumnya, kebutuhan anggaran yang diajukan untuk keikutsertaan Tarakan pada Porprov diperkirakan berada di kisaran Rp6 miliar hingga Rp8 miliar.
Namun berdasarkan pembahasan sementara dengan pemerintah daerah, alokasi yang tersedia berada di angka sekitar Rp700 juta.
“Selisih ini yang membuat penyusunan kontingen belum bisa dilakukan secara penuh, karena harus disesuaikan dengan skema pembiayaan yang tersedia,” tandasnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, Muhammad Zainuddin Masud, mengatakan pemerintah daerah tetap menyiapkan dukungan agar Tarakan dapat berpartisipasi pada Porprov meski ruang fiskal terbatas.
“Yang menjadi kesepakatan bersama adalah Tarakan tetap ikut. Persoalannya sekarang bagaimana menyusun prioritas supaya anggaran yang ada bisa digunakan untuk kebutuhan paling mendasar,” ujarnya.
Menurut Zainuddin, anggaran yang tersedia diarahkan untuk membiayai kebutuhan utama kontingen, seperti transportasi Tarakan–Malinau, transportasi lokal, akomodasi, dan uang saku atlet serta ofisial.
Perhitungan awal dilakukan dengan mengacu pada komposisi kontingen dan capaian medali pada Porprov sebelumnya.
“Simulasi sementara yang kami lakukan, jumlah atlet dan ofisial yang mungkin dapat terakomodasi sekitar 408 orang. Tetapi angka itu belum final karena masih menunggu validasi dari KONI dan cabang olahraga,” katanya.
Ia menegaskan keputusan akhir terkait jumlah atlet dan cabang olahraga yang berangkat akan ditentukan setelah seluruh proses evaluasi selesai.
Pemerintah daerah bersama KONI juga akan membentuk panitia persiapan yang bertugas melakukan verifikasi kebutuhan masing-masing cabang sebelum kontingen ditetapkan.
Selain pembiayaan keberangkatan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan fasilitas latihan untuk cabang olahraga yang dipastikan tampil pada Porprov.
“Yang terpenting saat ini atlet tetap bisa menjalani persiapan. Untuk cabang yang nantinya diberangkatkan, fasilitas olahraga daerah akan dibuka untuk mendukung latihan dan pemusatan latihan menjelang keberangkatan,” tutup Zainuddin. (saf)









