TARAKAN, Headlinews.id – Pemerintah Kota Tarakan mengapresiasi kehadiran Rumah Singgah Rahmawati Zainal yang diresmikan di Kelurahan Kampung Satu, Senin (1/6/2026).
Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan atau mendampingi kerabat yang dirawat di rumah sakit.
Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud usai menghadiri peresmian rumah singgah yang digagas anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal.
Menurut Ibnu, keberadaan rumah singgah merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan akses tempat tinggal yang layak dan terjangkau saat berada di Tarakan.
“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas hadirnya rumah singgah ini. Ini menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Apalagi fasilitas ini dihadirkan oleh Ibu Rahmawati Zainal sebagai anggota DPR RI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia mengatakan kebutuhan akan tempat singgah bagi keluarga pasien masih cukup tinggi. Tidak sedikit warga dari luar Tarakan yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencari penginapan selama mendampingi anggota keluarga menjalani perawatan medis.
Kehadiran rumah singgah dinilai menjadi solusi yang dapat meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang berasal dari daerah dengan keterbatasan ekonomi.
Salah satu keunggulan rumah singgah tersebut, lanjut Ibnu, adalah lokasinya yang sangat dekat dengan rumah sakit sehingga memudahkan keluarga pasien untuk memantau kondisi anggota keluarganya yang sedang dirawat.
“Dari sini ke rumah sakit mungkin tidak sampai 70 langkah. Kedekatan akses ini sangat penting, terutama ketika terjadi kondisi darurat atau saat keluarga ingin segera menemui pasien,” katanya.
Menurutnya, kedekatan keluarga dengan pasien tidak hanya memudahkan proses pendampingan, tetapi juga dapat memberikan dukungan moral yang berpengaruh terhadap proses pemulihan.
Dalam banyak kasus, kata dia, kehadiran anggota keluarga mampu meningkatkan semangat pasien untuk menjalani pengobatan dan mempercepat proses penyembuhan.
“Kadang-kadang persoalan kesehatan juga dipengaruhi faktor psikologis. Kehadiran anak, orang tua, atau anggota keluarga lainnya bisa menjadi penyemangat bagi pasien. Karena itu akses yang dekat dengan rumah sakit menjadi nilai tambah yang sangat penting,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, Ibnu menilai rumah singgah tersebut juga perlu didukung dengan sistem pengelolaan yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Ia menyebut pengaturan tata tertib serta mekanisme pengelolaan diperlukan untuk menjaga kenyamanan seluruh penghuni, mengingat fasilitas tersebut digunakan secara bersama-sama oleh banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.
“Ke depan tentu perlu ada sistem pengelolaan yang baik. Semua fasilitas bersama harus dijaga agar tetap nyaman digunakan. Dengan pengelolaan yang tepat, rumah singgah ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Ibnu berharap keberadaan Rumah Singgah Rahmawati Zainal dapat menjadi sarana pendukung pelayanan sosial dan kesehatan di Kota Tarakan, sekaligus membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit saat mendampingi anggota keluarga menjalani pengobatan.
“Pada akhirnya fasilitas ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana rumah singgah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (saf)








