BIAK NUMFOR, Headlinews.id – Sebanyak tiga korban masih hilang setelah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Memasuki hari kedua operasi, 45 personel Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk menyisir reruntuhan bangunan yang roboh akibat ledakan tersebut.
Dari total delapan korban dalam peristiwa itu, lima orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan hingga Senin (1/6/2026).
Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 06.00 WIT dengan fokus pada area puing bangunan. Tim gabungan membagi lokasi kejadian ke dalam sejumlah sektor pencarian untuk mempercepat proses penyisiran dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material reruntuhan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak, Kundori mengatakan seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
“Fokus operasi hari ini adalah memperluas area pencarian pada sektor yang diduga masih terdapat korban tertimbun material bangunan. Seluruh unsur terus bekerja maksimal untuk mempercepat proses evakuasi,” ujarnya.
Lima korban yang telah ditemukan meninggal dunia masing-masing Moris Raubaba (24), Delfin Raubaba (41), Karmila Ayorbaba (24), Isrel Raubaba (5), dan Isra Raubaba (7).
Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian yakni Anes Marandof (27), Yulianus Raubaba (26), dan Lay Madura (45). Keluarga korban masih berada di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan operasi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan bangunan rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan berat hingga ambruk.
Sejumlah saksi menyebut dentuman keras terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Sesaat setelah ledakan, kepulan asap tebal terlihat membumbung dan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Dugaan sementara mengarah pada bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang masih berada di kawasan tersebut.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Satpol PP, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan SAR dikerahkan, mulai dari kendaraan operasional, alat komunikasi, perlengkapan medis, hingga armada laut.
“Hingga saat ini operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan tidak menutup kemungkinan memperluas area pencarian apabila ditemukan petunjuk baru di lokasi kejadian,” kata Kundori. (*)










