TARAKAN, Headlinews.id – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara menyiapkan kawasan Tengkayu II Tarakan sebagai titik layanan ekspor baru untuk mendukung penguatan distribusi komoditas unggulan Kalimantan Utara.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan pihaknya saat ini sedang memproses penetapan Tengkayu II sebagai Tempat Pengeluaran dan Pemasukan (TPP) Karantina.
“Kami lagi proses penetapan jadi TPP. Jadi nanti tempat pengeluaran di Tengkayu II. Nantinya petugas Karantina juga kami siapkan di sana supaya proses pemeriksaan dan layanan ekspor bisa langsung dilakukan di lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan titik layanan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan dan distribusi komoditas ekspor, khususnya yang menggunakan jalur laut menuju wilayah perbatasan seperti Tawau, Malaysia.
Ia menjelaskan, selama ini aktivitas pengiriman lebih banyak melalui Pelabuhan Malundung yang melayani kapal berukuran besar. Sementara Tengkayu II dinilai lebih cocok untuk kapal kecil maupun speedboat yang melayani jalur lintas batas.
“Kalau di Malundung kan kecenderungannya kapal besar. Sedangkan ke Tawau itu rata-rata kapal kecil atau speed, jadi lebih cocok kalau pelayanan pemeriksaannya nanti dilakukan di Tengkayu II,” katanya.
Selain mempermudah distribusi, penetapan TPP juga disebut penting agar proses pemeriksaan karantina dapat dilakukan langsung di lokasi keberangkatan komoditas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dasar hukumnya memang pemeriksaan karantina dilakukan di TPP atau tempat yang ditetapkan. Jadi ketika Tengkayu II nanti sudah ditetapkan, proses pelayanan dan pemeriksaan bisa lebih mudah dan lebih cepat,” ujarnya.
Ichi menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait mengenai pengembangan layanan tersebut.
Nantinya petugas Karantina akan disiapkan untuk mendukung pelayanan ekspor dan lalu lintas komoditas di kawasan perbatasan.
“Petugas kami nanti disiapkan di sana. Bahasanya 24 jam, mau ekspor atau apa ya kita layani. Harapannya tentu teman-teman pelaku usaha lebih nyaman dan proses distribusi komoditas dari Kalimantan Utara juga bisa semakin cepat,” pungkasnya. (saf)










