Selasa, Juni 9, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Tarakan

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami, Gelombang 30 Sentimeter Terpantau di Pantai Amal

by Ifransyah
8 Juni 2026
in Tarakan
A A
BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami, Gelombang 30 Sentimeter Terpantau di Pantai Amal

Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi memberikan keterangan kepada awak media terkait berakhirnya peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Kepulauan Sangihe. BMKG mencatat gelombang setinggi sekitar 30 sentimeter di Pantai Amal namun tidak menimbulkan dampak signifikan, Senin (8/6/2026).

TARAKAN, Headlinews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa magnitudo 7,7 di wilayah Kepulauan Sangihe, Senin (8/6/2026). Masyarakat pun dipersilakan kembali beraktivitas seperti biasa, meski tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan untuk sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Utara, resmi dicabut pada pukul 11.15 Wita setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan.

“Pada pukul 11.15 Wita, peringatan dini tsunami secara resmi telah diakhiri. Jadi kepada masyarakat silakan kembali beraktivitas seperti biasa, kembali lagi ke rumah tanpa rasa khawatir, namun tetap waspada. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari kanal-kanal BMKG,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Kepulauan Sangihe, dekat Filipina. Potensi dampak tsunami diperkirakan dapat menjangkau sejumlah wilayah pesisir, termasuk Kota Tarakan dan beberapa daerah lain di Kalimantan Utara.

Selama masa pemantauan, BMKG bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi perairan di Pantai Amal. Hasil observasi menunjukkan adanya perubahan muka air laut dan gelombang yang masih berada dalam kategori rendah.

Sulam Khilmi menjelaskan petugas BMKG berada di lokasi sejak pukul 09.00 hingga 11.00 Wita untuk memantau perkembangan kondisi laut. Dari hasil pengamatan, tinggi gelombang yang terukur mencapai sekitar 0,3 meter atau 30 sentimeter.

“Kami merilis estimasi tinggi gelombang di Tarakan antara 0 sampai 0,5 meter. Dari hasil observasi, memang ada gelombang dengan tinggi sekitar 0,3 meter atau 30 sentimeter. Namun kondisi tersebut tidak signifikan,” katanya.

Selain kenaikan gelombang, BMKG juga mengamati adanya fenomena surutnya air laut di kawasan Pantai Amal. Namun kondisi tersebut dinilai tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dan masih sesuai dengan hasil pemantauan yang dilakukan petugas di lapangan.

“Memang terjadi air surut, tetapi tidak signifikan. Kami berada di Pantai Amal dan mengamati langsung kondisi tersebut,” ujarnya.

Menurut Sulam Khilmi, kenaikan gelombang sekitar 30 sentimeter yang teramati di Pantai Amal merupakan dampak dari gempa magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Sangihe.

Meski demikian, tinggi gelombang tersebut masih berada dalam kategori terendah dalam klasifikasi tsunami dan tidak menimbulkan dampak berarti terhadap aktivitas masyarakat.

Selain memantau kondisi laut, BMKG juga mencatat terjadinya sejumlah gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7. Salah satu gempa susulan yang terpantau memiliki kekuatan magnitudo 6,0.

“Memang biasanya setelah terjadi gempa utama akan disusul gempa-gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil dibanding gempa utama,” jelasnya.

Terkait penyebab munculnya potensi tsunami, Sulam Khilmi menjelaskan tidak semua gempa bumi dapat memicu gelombang tsunami. Ada sejumlah faktor yang menjadi penentu, di antaranya lokasi pusat gempa yang berada di laut, karakteristik patahan yang bergerak secara vertikal, serta kedalaman gempa yang relatif dangkal.

“Jadi tidak hanya besarnya magnitudo, tetapi juga lokasi pusat gempa dan karakteristik patahannya yang menjadi faktor penentu potensi tsunami,” katanya.

BMKG juga menerima laporan getaran gempa dirasakan masyarakat di beberapa daerah seperti Berau dan Tanjung Selor. Namun hingga peringatan dini berakhir, belum ada laporan masyarakat yang merasakan getaran gempa di Kota Tarakan.

“Di Bulungan dan Berau tercatat pada intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan seperti ada truk besar yang melintas di sekitar kita,” ujarnya.

Ia menambahkan kehadiran petugas BMKG di lapangan juga bertujuan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

“Pada situasi seperti ini biasanya muncul informasi yang belum tentu benar dan beredar luas di masyarakat. Karena itu kami berupaya memberikan informasi yang akurat agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada,” pungkasnya. (saf)

 

Tags: bmkg tarakangelombang tsunamigempa Sangihegempa susulanKalimantan UtaraMuhammad Sulam KhilmiPantai Amalperingatan dini tsunamiTarakantsunami
Advertisement Banner

Baca Juga

Pemkab Tana Tidung Tuntaskan Verifikasi IPPR, Dua Objek Dikenai Sanksi SP-I
Tarakan

Pemkab Tana Tidung Tuntaskan Verifikasi IPPR, Dua Objek Dikenai Sanksi SP-I

9 Juni 2026
Overstay 29 Hari, WN Malaysia Dipulangkan Imigrasi Tarakan
Tarakan

Overstay 29 Hari, WN Malaysia Dipulangkan Imigrasi Tarakan

9 Juni 2026
Operasi Patuh Ditunda, Polantas Tarakan Tetap Patroli Rutin
Tarakan

Operasi Patuh Ditunda, Polantas Tarakan Tetap Patroli Rutin

8 Juni 2026
Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas
Tarakan

Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas

8 Juni 2026
Pemkot Tarakan Minta Warga Ikuti Informasi Resmi Soal Peringatan Tsunami
KALTARA

Pemkot Tarakan Minta Warga Ikuti Informasi Resmi Soal Peringatan Tsunami

8 Juni 2026
Sekolah Diminta Tak Hukum Siswa karena Belum Memiliki Atribut Tertentu
Tarakan

Sekolah Diminta Tak Hukum Siswa karena Belum Memiliki Atribut Tertentu

7 Juni 2026
Next Post
Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas

Peringatan Dini Berakhir, Warga Pesisir Kembali Beraktivitas

Massa Penambang Tradisional Desak Kepastian Hukum di Kantor Gubernur Kaltara

Massa Penambang Tradisional Desak Kepastian Hukum di Kantor Gubernur Kaltara

Rakor Pustu Malinau Tekankan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan

Rakor Pustu Malinau Tekankan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami, Pesisir Kaltara Berstatus Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tengkayu II Diproyeksikan Jadi Titik Layanan Ekspor Baru di Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Minta Warga Ikuti Informasi Resmi Soal Peringatan Tsunami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekprov Kaltara Tegaskan Dana Reboisasi Rp332 Miliar Aman dan Tak Ada Penyimpangan, Pengelolaan Sesuai Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.