TARAKAN, Headlinews.id – Pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) kini mengacu pada sistem manajemen talenta yang menitikberatkan penilaian terhadap kompetensi, kinerja, rekam jejak, dan tingkat pendidikan. Penerapan sistem tersebut juga menempatkan jenjang pendidikan formal sebagai salah satu indikator dalam pembinaan karier ASN.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan sistem manajemen talenta diterapkan agar pengembangan karier ASN berlangsung secara objektif dan tidak lagi bergantung hanya pada pertimbangan kepala daerah. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan, capaian kinerja, pengalaman, serta peningkatan kapasitas yang dimiliki setiap pegawai.
“Sekarang promosi dan pengembangan karier ASN sudah menggunakan manajemen talenta. Jadi bukan lagi semata-mata ditentukan kepala daerah, tetapi berdasarkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, dan tingkat pendidikan,” ujarnya saat menghadiri Yudisium Angkatan ke-43 Program Sarjana dan Angkatan ke-14 Program Magister Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan (UBT) di Auditorium Rektorat UBT, Senin (27/7/2026).
Menurut Khairul, pendidikan formal menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian tersebut. Karena itu, ASN yang masih memiliki kesempatan menempuh pendidikan ke jenjang sarjana, magister, hingga doktor diharapkan terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menghadapi tuntutan birokrasi yang semakin dinamis.
“Kalau ada kesempatan melanjutkan pendidikan, manfaatkan sebaik-baiknya. Pendidikan menjadi salah satu indikator dalam manajemen talenta sehingga akan berpengaruh terhadap pengembangan karier,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Tarakan dan Fakultas Hukum UBT menandatangani nota kesepahaman sebagai bentuk penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil penelitian, kajian akademik, serta pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
Khairul menilai sinergi dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian ilmiah.
Selain mendukung pembangunan daerah, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan keahlian akademisi.
“Perguruan tinggi memiliki banyak sumber daya dan kajian ilmiah yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Kolaborasi seperti ini penting agar setiap kebijakan memiliki landasan akademik yang kuat,” tuturnya.
Kepada para peserta yudisium, Khairul menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum UBT.
Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal untuk membangun karier, tetapi juga dapat diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai profesi, baik sebagai aparatur sipil negara, praktisi hukum, akademisi, maupun bidang lainnya.
“Selamat kepada seluruh peserta yudisium. Jadilah lulusan yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai moral. Ilmu yang diperoleh harus memberi manfaat bagi masyarakat serta menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Tarakan dan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)










