TARAKAN, Headlinews.id – Rencana pengoperasian kapal ferry dengan rute Tarakan–Balikpapan–Surabaya membuka peluang tambahan akses transportasi laut bagi masyarakat Kalimantan Utara.
Jalur tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi warga yang memiliki kepentingan ke Pulau Jawa, sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas dan distribusi barang.
Anggota DPRD Provinsi Kaltara, Supa’ad Hadianto, menilai rencana tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat Tarakan. Menurutnya, transportasi laut masih menjadi salah satu aspirasi yang cukup sering disampaikan warga, terutama terkait kebutuhan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Saya melihat rencana pembukaan rute ini cukup positif. Masyarakat memang membutuhkan alternatif transportasi menuju Pulau Jawa, sehingga kehadiran ferry nantinya dapat memberikan pilihan lain bagi warga,” kata Supa’ad.
Ia menjelaskan, kebutuhan terhadap akses transportasi laut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas penumpang. Jalur laut juga memiliki peran dalam pergerakan barang, terutama bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan pilihan angkutan dengan kapasitas lebih besar.
“Transportasi laut punya peranan penting bagi daerah seperti Kaltara. Ada masyarakat yang bepergian, ada juga kebutuhan membawa barang. Jadi, rute seperti ini bisa memberikan manfaat apabila pengoperasiannya nanti berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Supa’ad mengungkapkan, persoalan transportasi laut sebelumnya telah dibahas dalam kegiatan resesnya di Dapil Tarakan. Dalam agenda tersebut, dirinya turut menghadirkan pihak PT Pelni Cabang Tarakan dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk membicarakan kebutuhan masyarakat.
“Beberapa minggu lalu dalam reses, saya sudah membicarakan masalah transportasi ini dengan pihak Pelni dan KSOP. Aspirasi dari masyarakat memang cukup jelas, mereka membutuhkan pilihan perjalanan lain, terutama untuk menuju Pulau Jawa,” katanya.
Menurut Supa’ad, biaya perjalanan menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam menentukan moda transportasi. Kehadiran ferry nantinya diharapkan dapat menjadi opsi bagi warga yang memiliki kebutuhan perjalanan tetapi ingin menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan mereka.
“Tidak semua orang harus menggunakan pesawat untuk bepergian. Ada masyarakat yang mempertimbangkan ongkos perjalanan dan barang yang mereka bawa. Jadi, semakin banyak pilihan transportasi, semakin mudah masyarakat menyesuaikan dengan kebutuhannya,” tuturnya.
Ia berharap rencana rute tersebut dapat dipersiapkan dengan matang sebelum mulai beroperasi. Kepastian jadwal, kesiapan kapal, pelayanan penumpang serta keberlanjutan operasional menurutnya perlu dipastikan agar layanan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Rencana ini tentu masih membutuhkan persiapan. Saya berharap seluruh aspek operasionalnya dipastikan dengan baik sehingga ketika sudah berjalan, masyarakat memiliki kepastian mengenai jadwal dan pelayanannya,” ucap Supa’ad.
Supa’ad juga berharap rencana pembukaan rute Tarakan–Balikpapan–Surabaya tidak berhenti pada tahap perencanaan. Jika terealisasi dan mendapat respons positif dari masyarakat, jalur tersebut menurutnya dapat menjadi pijakan untuk memperluas konektivitas laut Kaltara dengan daerah lainnya.
“Harapannya segera direalisasikan setelah seluruh persiapan selesai. Kalau nanti berjalan dengan baik dan masyarakat memberikan respons positif, tentu peluang untuk pengembangan konektivitas laut lainnya juga semakin terbuka,” pungkasnya. (*/saf)










