TARAKAN, Headlinews.id – Pemerintah Kota Tarakan menyiapkan suplai air bersih gratis bagi warga yang mengalami kekurangan air selama periode kekeringan. Laporan dari tingkat RT akan dijadikan dasar untuk mengetahui wilayah dan warga yang membutuhkan distribusi air.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes. mengatakan kondisi kekeringan perlu diantisipasi sejak awal karena dapat memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat. Perangkat wilayah diminta aktif memantau kondisi warga dan segera menyampaikan laporan apabila mulai terjadi kesulitan mendapatkan air.
“Begitu ada warga yang kesulitan air, segera laporkan dari RT. Jangan menunggu kondisinya semakin parah. Setelah laporan masuk, kita bisa menentukan lokasi yang perlu disuplai dan airnya kita berikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Khairul.
Rapat koordinasi di ruang rapat Wali Kota Tarakan, Selasa (15/9/2026), turut membahas kesiapan menghadapi dampak kekeringan. Rakor diikuti Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is., Forkopimda, BMKG, BPS, kepala perangkat daerah, camat, lurah, PDAM Tirta Alam serta sejumlah pihak terkait.
Pemkot Tarakan akan mengatur distribusi air bersama Forkopimda dengan mempertimbangkan laporan yang masuk dari wilayah. Camat dan lurah juga diminta memastikan informasi mengenai kondisi warga terus diperbarui selama periode kekeringan.
Khairul meminta pemantauan diperluas pada dampak kekeringan terhadap kesehatan dan kebutuhan pangan. Pendataan warga diperlukan agar bantuan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Camat dan lurah harus aktif turun melihat kondisi wilayahnya. Data warga yang kekurangan air harus jelas, begitu juga apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan. Jangan sampai informasi terlambat diterima pemerintah kota,” katanya.
Paparan BMKG dalam rakor menunjukkan fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Kondisi hari tanpa hujan di Kalimantan Utara saat ini berada pada kategori sangat pendek hingga masih terdapat hujan.
Sementara itu, puncak hujan di Kota Tarakan diperkirakan berlangsung pada November–Desember 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meminta masyarakat tetap melakukan penghematan air dan mengikuti informasi terkait perkembangan cuaca.
“Kita minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Gunakan air sesuai kebutuhan dan segera sampaikan kepada RT apabila mengalami kesulitan. Dengan laporan yang cepat, pemerintah bisa segera menentukan langkah yang diperlukan,” ucap Khairul.
Kekeringan juga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan, aktivitas ekonomi dan ketersediaan pangan masyarakat. Camat dan lurah diminta melakukan sosialisasi sekaligus memantau warga yang membutuhkan bantuan selama kondisi kering berlangsung.
“Penanganan kekeringan mencakup kebutuhan air, kesehatan, pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah di wilayah harus aktif memantau kondisi warga, sementara masyarakat segera menyampaikan apabila menghadapi kesulitan,” pungkas Khairul. (*)










