TANJUNG SELOR, Headlinews.id— Menghadapi berkurangnya dukungan anggaran pusat pada tahun depan, DPRD Kalimantan Utara memastikan kontrol anggaran diperkuat untuk menjaga efektivitas program pembangunan di APBD 2026.
Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir, menyatakan pengawasan menjadi langkah strategis agar setiap belanja daerah tetap efisien dan tepat sasaran di tengah penurunan Transfer ke Daerah (TKD) yang cukup signifikan.
“Kami akan memperketat seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan anggaran. Setiap rupiah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Nasir.
Ia menekankan evaluasi mendalam akan diterapkan untuk setiap program. “Tidak ada ruang bagi program yang hanya menumpuk anggaran tanpa dampak. Semua harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Nasir, kondisi fiskal yang menantang harus dilihat sebagai momentum memperbaiki tata kelola anggaran. Dengan pendekatan ini, DPRD berharap penerapan APBD 2026 lebih disiplin, transparan, dan efektif.
“Kami tidak melihat penurunan dukungan pusat sebagai hambatan, tapi sebagai kesempatan memperkuat manajemen anggaran daerah. DPRD dan pemprov harus bersinergi agar pembangunan tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Nasir menegaskan, DPRD Kaltara akan melakukan pengawasan berkala melalui rapat evaluasi, inspeksi lapangan, dan konsultasi dengan OPD terkait.
Tujuannya, memastikan setiap program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Supaya bisa memastikan belanja daerah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan layanan publik, meskipun dana dari pusat berkurang. Sinergi antara DPRD dan pemerintah provinsi menjadi kunci agar APBD tetap berjalan efektif,” tutup Nasir. (*/saf)










