TARAKAN, Headlinews.id – Pelaksanaan ibadah haji jemaah asal Kalimantan Utara di Kota Madinah, Arab Saudi, sempat diwarnai insiden kecelakaan yang menyebabkan seorang jemaah asal Tarakan mengalami patah kaki.
Jemaah bernama Ismawati itu tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan. Insiden terjadi pada hari pertama kedatangan rombongan di Madinah saat korban turun dari bus.
Ketua Kloter 7 Balikpapan, Sayid Abdullah mengatakan korban langsung mendapat penanganan medis dan menjalani operasi di rumah sakit setempat.
“Yang bersangkutan mengalami patah kaki saat turun dari bus di Kota Madinah. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan operasi. Saat ini kakinya dipasangi pen dan beliau masih menggunakan kursi roda untuk beraktivitas, termasuk saat menuju masjid,” kata Sayid, saat dihubungi via telepon selularnya, Senin (11/5/2026).
Meski masih menjalani pemulihan, korban kini telah kembali bergabung bersama rombongan dan mengikuti aktivitas ibadah.
“Alhamdulillah kondisi beliau cukup baik dan sekarang sudah kembali bergabung bersama kami. Semangat ibadahnya juga luar biasa,” ujarnya.
Bahkan, Ismawati masih mengikuti agenda ziarah bersama jemaah lainnya di Madinah.
“Kemarin beliau masih sempat ikut kegiatan ziarah ke percetakan Al-Qur’an dan beberapa lokasi lainnya bersama jemaah lain,” tuturnya.
Kloter 7 Embarkasi Balikpapan sendiri membawa sebanyak 358 jemaah asal Kalimantan Utara serta dua jemaah asal Kalimantan Timur berstatus tanazul.
“Yang saya bawa di Kloter 7 sebanyak 358 jemaah yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara dan dua orang dari Kalimantan Timur sebagai jemaah tanazul. Artinya, yang bersangkutan sebelumnya tidak layak terbang pada Kloter 6, namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan akhirnya dinyatakan layak untuk berangkat bersama Kloter 7,” jelas Sayid.
Memasuki hari keenam di Madinah, seluruh jemaah masih menjalani rangkaian ibadah seperti salat berjamaah di Masjid Nabawi, sunnah arba’in, hingga ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah Islam.
Pihak kloter juga mengingatkan jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan menuju Kota Makkah pada 14 Mei mendatang.
“Kami selalu mengingatkan terutama untuk jemaah lansia atau yang memiliki riwayat penyakit berisiko tinggi agar menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri,” pungkasnya. (saf)










