NUNUKAN, Headlinews.id – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan belum mengganggu operasional penerbangan menuju kawasan pedalaman. Bandara Nunukan masih melayani penerbangan dengan kondisi jarak pandang yang kembali berada di atas 3.000 meter.
Sebelumnya, jarak pandang di sekitar Bandara Nunukan sempat turun hingga sekitar 1.500 meter dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat petugas meningkatkan pemantauan terhadap perubahan cuaca sebelum penerbangan diberangkatkan.
Teknisi Penerbangan Terampil sekaligus anggota Pengawas Internal Bandara Nunukan, Nandus, mengatakan kondisi penerbangan pada Rabu (2/9/2026) masih berjalan sesuai operasional. Informasi jarak pandang diperbarui secara rutin sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penerbangan.
“Kalau melihat kondisi hari ini, penerbangan masih berjalan aman dan lancar. Data visibility terus kami pantau setiap hari karena perubahan jarak pandang bisa terjadi sewaktu-waktu, apalagi sekarang ada kabut asap di beberapa wilayah,” kata Nandus, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, penurunan visibility hingga 1.500 meter terjadi sekitar dua sampai tiga hari sebelum kondisi kembali membaik. Petugas bandara telah mengantisipasi perubahan kondisi itu dengan pemantauan yang lebih ketat.
“Memang beberapa hari lalu jarak pandang sempat berada di sekitar 1.500 meter. Kondisinya terus kami pantau dan antisipasi. Sekarang sudah membaik, visibility kembali di atas 3.000 meter sehingga operasional penerbangan bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Menurut Nandus, pemantauan tidak berhenti pada kondisi di sekitar bandara. Informasi dari penyelenggara navigasi penerbangan juga menjadi bagian dari koordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi ruang udara Nunukan.
UPBU Kelas III Nunukan berkoordinasi dengan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Nunukan atau AirNav Indonesia. Pertukaran informasi dilakukan untuk memastikan perkembangan cuaca dan jarak pandang dapat segera diketahui oleh pihak yang berkaitan dengan operasional penerbangan.
“Koordinasi dengan LPPNPI tetap berjalan. Informasi kondisi ruang udara juga kami terima dari mereka, dan sampai saat ini situasinya masih mendukung penerbangan. Jadi setiap perkembangan tetap kami komunikasikan,” jelas Nandus.
Kondisi ini membuat akses udara ke sejumlah wilayah pedalaman masih tersedia. Penerbangan menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat di kawasan yang memiliki keterbatasan akses darat dan membutuhkan koneksi ke Nunukan.
Pada Rabu (2/9/2026), dua penerbangan dari Bandara Nunukan menuju wilayah pedalaman tetap dijadwalkan berangkat. Rute Long Layu dijadwalkan pada pukul 08.00 WITA, sedangkan penerbangan menuju Long Bawan pada pukul 11.00 WITA. Kedua penerbangan menggunakan pesawat Susi Air.
Nandus memastikan kondisi penerbangan tetap dipantau seiring perubahan cuaca yang masih mungkin terjadi.
“Untuk sementara penerbangan masih normal. Kami tetap mengikuti perkembangan visibility dan kondisi cuaca, sehingga kalau ada perubahan bisa segera diantisipasi. Keselamatan tetap menjadi dasar setiap penerbangan yang berangkat dari Nunukan,” pungkasnya. (*)







