KRAYAN BARAT, Headlinews.id – Isu dugaan pengibaran bendera Malaysia di Kecamatan Krayan Barat dibantah pemerintah setempat. Pelaksana Tugas Camat Krayan Barat, Jemri, menegaskan informasi tersebut tidak benar, Kamis (6/8/2026).
Klarifikasi itu disampaikan setelah beredar informasi yang menyebut adanya pengibaran bendera Malaysia di wilayah Kecamatan Krayan Barat.
Penjelasan diberikan secara terbuka di hadapan unsur TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah desa, anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta perwakilan masyarakat yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Satlinmas Desa.
Jemri mengatakan pemerintah kecamatan tidak ingin informasi yang belum dipastikan kebenarannya berkembang tanpa penjelasan. Karena itu, pihaknya terlebih dahulu memastikan kondisi di lapangan sebelum menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat.
“Begitu informasi itu kami terima, yang pertama kami lakukan adalah memastikan langsung kondisi di lapangan. Setelah kami cek, tidak ada seperti yang disebutkan dalam informasi yang beredar itu. Karena itulah kami merasa perlu menyampaikan penjelasan secara terbuka supaya tidak muncul penafsiran yang berbeda-beda,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah perbatasan kerap menjadi perhatian publik sehingga setiap informasi yang muncul perlu disikapi secara hati-hati. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum memiliki kejelasan sumber.
“Kalau ada informasi seperti ini, jangan langsung dianggap benar. Konfirmasi dulu kepada pemerintah atau aparat yang ada di lapangan. Dengan begitu masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak ikut menyebarkan kabar yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” katanya.
Klarifikasi tersebut disampaikan bersamaan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Satlinmas Desa yang digelar sebagai persiapan pengamanan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Krayan Barat. Kegiatan diikuti perangkat desa, Satlinmas, unsur TNI, Polri, dan Satpol PP.
Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta menerima pembekalan mengenai pembagian tugas, pola koordinasi, serta langkah-langkah pengamanan selama rangkaian kegiatan peringatan HUT RI yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 Agustus 2026.
“Kami manfaatkan kegiatan ini untuk menyamakan pemahaman seluruh personel Satlinmas. Jadi ketika rangkaian kegiatan dimulai, mereka sudah tahu tugas masing-masing, siapa berbuat apa, dan bagaimana berkoordinasi dengan aparat maupun pemerintah desa,” ujar Jemri.
Ia menambahkan keberadaan Satlinmas memiliki peran membantu aparat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan masyarakat berlangsung. Kesiapan personel dinilai perlu dipastikan sejak sebelum rangkaian peringatan HUT RI dimulai.
“Bimtek ini lebih banyak membahas kesiapan personel. Jadi saat rangkaian kegiatan dimulai, mereka tinggal menjalankan tugas sesuai pembagian yang sudah ditetapkan,” kata Jemri.
Di akhir kegiatan, pemerintah kecamatan bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah desa, Satlinmas, dan perwakilan masyarakat membacakan pernyataan sikap yang menegaskan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seluruh peserta kemudian menutup kegiatan dengan seruan “Merdeka” sebagai bentuk dukungan terhadap keutuhan NKRI. (*)










