NUNUKAN, Headlinews.id – Kerusakan jalan dan jembatan di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, menyebabkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah tersebut terhenti sejak sekitar satu pekan terakhir. Kondisi itu diperparah hujan yang terus mengguyur kawasan perbatasan dalam beberapa hari terakhir.
Gangguan akses tersebut membuat jalur distribusi logistik dari dan menuju Krayan Selatan tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut. Sejumlah suplai kebutuhan pokok, termasuk BBM, tertahan di luar wilayah.
Akibat terhentinya pasokan, stok BBM di Krayan Selatan kini hanya mengandalkan persediaan yang tersisa di tingkat lokal. Kondisi ini juga mulai memicu antrean warga di beberapa titik penyaluran bahan bakar.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus, mengatakan kerusakan infrastruktur jalan terjadi di sejumlah titik akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga memperparah kondisi lintasan utama distribusi.
“Dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi sehingga sejumlah titik jalan dan jembatan mengalami kerusakan dan tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terhentinya distribusi BBM berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat, terutama pasokan listrik yang saat ini harus diatur secara ketat.
“Dampaknya sangat terasa pada layanan listrik. Operasional pembangkit harus menyesuaikan ketersediaan BBM yang ada sehingga jam layanan menjadi terbatas,” katanya.
Menurutnya, pembatasan dilakukan agar stok yang tersisa dapat digunakan secara lebih lama sambil menunggu akses distribusi kembali terbuka.
“Penggunaan BBM harus diatur karena stok yang tersedia terbatas. Ini dilakukan agar layanan dasar masih bisa berjalan meskipun dengan kondisi terbatas,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah kecamatan, stok BBM yang tersedia saat ini diperkirakan hanya tersisa dalam jumlah terbatas dan tidak mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang apabila suplai tidak segera masuk kembali.
“Stok yang ada saat ini sangat terbatas dan hanya cukup untuk bertahan dalam waktu singkat jika tidak ada pasokan tambahan,” katanya.
Selain BBM, gangguan akses juga berpotensi menghambat distribusi logistik lainnya yang masuk ke wilayah perbatasan tersebut, mengingat jalur darat menjadi satu-satunya akses utama.
Pemerintah kecamatan berharap penanganan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan dapat segera dilakukan agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat kembali normal.
“Pemulihan akses jalan menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi logistik dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal,” pungkasnya. (saf)








