TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Atlet Kurash Kabupaten Bulungan, Muh. Nur Ibrohim Muharja, meraih medali emas pada nomor kelas -55 kilogram senior putra dalam Kejuaraan Bupati Malinau Cup (BMC) V Open Kalimantan Utara 2026 yang berlangsung di GOR SMP Negeri 1 Malinau Kota, 3–5 Agustus lalu.
Keberhasilan tersebut menambah catatan positif Federasi Kurash Indonesia (FERKUSHI) Kabupaten Bulungan pada kejuaraan yang diikuti atlet dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi, Bupati Malinau Cup juga dimanfaatkan sebagai tolok ukur kemampuan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.
Ketua FERKUSHI Kabupaten Bulungan, Oktovianthinno ESRWA, RO, S.Th., mengatakan penampilan Muh. Nur Ibrohim Muharja cukup konsisten sejak pertandingan awal hingga partai final.
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan perkembangan atlet setelah menjalani program latihan dalam beberapa waktu terakhir.
“Ibrohim tampil cukup baik sejak awal pertandingan. Yang terlihat bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana dia bisa menjaga penampilan sampai pertandingan terakhir. Itu yang menjadi catatan positif buat kami,” ujarnya.
Meski berhasil membawa pulang medali emas, Oktovianthinno menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Evaluasi akan dilakukan terhadap teknik, strategi bertanding, hingga kesiapan mental atlet saat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
“Setiap pertandingan pasti menyisakan evaluasi. Ada beberapa situasi yang masih perlu diperbaiki supaya kemampuan atlet semakin matang ketika menghadapi kejuaraan dengan persaingan yang lebih tinggi,” katanya.
Menurutnya, pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam perkembangan atlet karena memberikan gambaran mengenai kemampuan yang dimiliki saat berhadapan dengan lawan dari daerah lain.
“Kalau hanya latihan, perkembangan atlet memang terlihat. Tapi ketika bertanding, baru kelihatan bagaimana mereka mengambil keputusan, mengatur ritme, dan menghadapi tekanan di arena. Pengalaman seperti itu yang tidak bisa digantikan,” ujarnya.
Ia menambahkan hasil di Malinau menjadi bekal menghadapi agenda pertandingan berikutnya. Karena itu, program latihan akan kembali disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi selama kejuaraan berlangsung.
“Medali emas ini menjadi hasil yang baik, tetapi bukan berarti pekerjaan selesai. Justru setelah kejuaraan ini kami punya bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan menambah pengalaman bertanding atlet,” ucapnya.
FERKUSHI Bulungan berencana kembali mengikutsertakan atlet dalam sejumlah kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Jam bertanding dinilai penting agar atlet semakin siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Semakin sering atlet bertanding, semakin banyak pengalaman yang didapat. Itu yang akan menjadi modal ketika menghadapi kejuaraan dengan level persaingan yang lebih tinggi,” pungkas Oktovianthinno. (rn)










